Bendera dan Baliho Demokrat Dirusak OTK di Pekanbaru



Pekanbaru, PenaOne - Aksi perusakan bendera dan baliho milik Partai Demokrat oleh orang tak dikenal (OTK), Jumat (13/12/2018) malam di Kota Pekanbaru, Riau, membuat kaget Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

SBY yang saat ini tengah berada di Pekanbaru, langsung melihat ke lokasi tempat dirusaknya atribut partai yang dipimpinnya itu. Presiden RI ke-6 ini merasa sedih dan tidak menyangka ada oknum yang berani merusak bendera dan spanduk yang mencantumkan dirinya.

"Dengan hati yang sedih saya menyaksikan hampir semua atribut Partai Demokrat dirusak, dicabut, bahkan dipotong dan dibuang ke parit atau berserakan di jalan," kata SBY dalam jumpa pers, Sabtu (14/12/18).

SBY saat meninjau baliho dan bendera partai Demokrat di Pekanbaru yang dirusak orang tak dikenal (OTK).
SBY mengatakan, selama ini masyarakat Riau yang dikenalnya sebagai masyarakat yang akhlaknya terpuji dan santun terhadap tamu yang datang.

"Saya sempat tanyakan saudara kami di Riau apakah sudah berubah, 10 tahun memimpin, saya mengenal karakter akhlak saudara kami di Riau saling menghormati dan menghargai apapun perbedaan politiknya," ujarnya.

Ia sempat mengatakan kebanggaannya atas majunya demorkasi di Indonesia. Tetapi kenyataan pahit ia terima saat bendera dan spanduk dirinya dirusak.

"Saya bukan capres, saya tidak berkompetisi dengan Jokowi. Saya berikhtiar berjuang dengan cara baik dan amanah sesuai dengan yang diatur konstitusi dan Undang-undang, tapi ini yang kami dapatkan," terangnya seperti dikutip riaumandiri.com.

Untuk itu, ia memerintahkan Sekjen dan pengurus Partai Demokrat Riau dan Pekanbaru untuk mencabut semua bendera dan spanduk Partai Demokrat. 

"Saya perintahkan kepada Sekjen, pemimpin Demorkat Riau dan Pekanbaru agar semua atribut ucapan selamat datang atas kunjungan saya ke Riau dan bendera Demokrat diturunkan, lebih baik kita mengalah dan diturunkan daripada bendera, baliho kita dirobek, diturunkan, diinjak. Sama saja dengan merobek saya, menginjak dan dibuang ke selokan," pungkas SBY. (Kis/gas)