Dinilai Tak Maksimal, TKN Jokowi-Amin Harus Dievaluasi


Aznil Tan
Jakarta, PenaOne - Koordinator Nasional Poros Benhil Aznil Tan menilai Tim Kampanye Nasional (TKN) sejak dibentuknya 20 Agustus 2018 sampai hari ini, Rabu 6 Desember 2018 berkinerja buruk. Hal itu bila dibiarkan akan bisa membuat Jokowi kalah pada Pemilu 2019 nanti.

"TKN kinerjanya sangat tidak produktif dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Kinerja buruk ini, jika dibiarkan bisa kalah" ujar Aznil dalam pesan eletroniknya Jum'at (7/12/2018) malam.

Baca: Anak 98 Minta Kasus Penusukan Alumni UMB Dituntaskan

Pemilu diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 adalah pemilu pertama kali di Indonesia secara serentak rakyat memilih calon presiden dan memilih calon legislatif. Parlementer Treshold 4 persen memecah konsentrasi TKN yang sangat kental diisi para pengurus partai pengusung Jokowi-Ma'aruf Amin.

Aznil mengatakan TKN harus dievaluasi secara menyeluruh agar kemenangan Jokowi terukur dengan pasti. Sebab kata dia respon ditengah masyarakat sangat lemah tentang antusias rakyat memilih Jokowi pada Pemilu 2019 nanti. "Rakyat seperti apatis menentukan nasib mereka kedepan. Bagi mereka siapapun memimpin Indonesia sama saja".

Aznil memaparkan ada 5 kelemahan pada TKN untuk dilakukan evaluasi. Pertama, tidak terpolanya gerakan pemenangan Jokowi-Ma'ruf menjadi gerakan nasional yang beridentitas untuk mudah diingat publik. Menurut dia, pengerak pemenangan nomor urut Pilpres 01 baik TKN maupun relawan bergerak dengan caranya masing-masing tanpa ada framing yang sama

Baca: Aznil Mengaku Diteror Lagi

Kedua, lemahnya koordinasi  antara TKN  dengan relawan dalam melakukan kerja-kerja politik yang solid dan terarah dalam pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. TKN seharus melakukan blusukan ke tempat-tempat relawan Jokowi seluruh Indonesia untuk berkoordinasi dan memotivasi namun cenderung bersikap elitis dan bahkan menganggap relawan sebagai lawan politiknya.

Ketiga, personil TKN sangat kental diisi oleh partai dan para caleg yang bisa tidak fokus bekerja untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf. Seharusnya orang partai berada di TKN sudah dari awal menghibahkan kader terbaiknya untuk bekerja memenangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan tidak bermain dua kaki.

Baca: Eksponen '98 Tantang Tommy Soeharto Debat Terbuka

Keempat, TKN kurang bersinergi dengan gerakan dilakukan Jokowi sehingga pola kerja tidak masif dan sistematis dalam menggalang kekuatan rakyat. Jokowi sebagai inkumben seperti dibiarkan bekerja sendiri tanpa ada TKN melakukan perawatan basis akar rumput menjadi ledakan besar dan memiliki jangkauan luas atas gebrakan pro rakyat dilakukannya.

Baca: Waspada, Istana Jadi 'Target' Tabur Garam

Kelima, TKN terjebak kegiatan seremonial berupa event yang bermain di wilayah opini publik. Jokowi tidak butuh kampanye lagi, sebenarnya yang dibutuhkan Jokowi adalah kanvasing terjun ketengah masyarakat.

Berdasarkan hal itu, Aznil pun sangat gusar atas kondisi tersebut dan mendesak untuk segera dilakukan evaluasi total pada TKN.

"Diatas kertas Jokowi menang tetapi dilapangan saya galau jika TKN tidak dilakukan evaluasi total," ujarnya dengan muka muram. (tan/gus)