Jokowi Bertemu Ratusan Ulama Aceh



Aceh, PenaOne - Seperti Papua, Aceh memiliki tempat khusus bagi Presiden Jokowi. Papua punya arti istimewa karea nama Ibu Negara Iriana berasal dari akronim Irian Jaya.

"Kenapa namanya Iriana? Karena kakeknya dulu guru di sini, di Irian. Kemudian pulang (dari Irian), cucunya diberi nama Iriana," kata Jokowi saat berkunjung di Kampung Yoka, Distrik Heram, Jayapura, Papua, beberapa tahun lalu.

Sementara Aceh punya arti khusus karena di provinsi inilah Jokowi muda dan istrinya pernah merantau dan bekerja. Begitu lulus sebagai Sarjana Kehutanan dari UGM Yogyakarta, Jokowi diterima bekerja di PT Kertas Kraft Aceh (Persero).

Jokowi sempat tinggal selama tiga tahun di kaki Gunung Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, sejak 1986 hingga 1989.

Di Dataran Tinggi Gayo ini, Jokowi dan istri tinggal di mess berupa rumah panggung dari kayu. Saat malam tiba, Jokowi mengisahkan, di bawah rumah panggung ini biasa berkumpul 20-30 babi hutan, sehingga suasananya ramai sekali.

“Gayo adalah kampung saya,” kata Jokowi menyebut daerah yang pernah ia tinggali selama bekerja di Aceh ini. Bagi Jokowi, Tanah Gayo adalah kampung keduanya setelah kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah.

Bisa jadi karena ada ikatan emosional yang terjalin dengan Papua dan Aceh inilah, Jokowi terhitung rajin berkunjung ke dua daerah otonom di ujung timur dan barat wilayah Indonesia ini.

Untuk ke Aceh sendiri, kunjungan Jokowi kali ini sudah yang ke-9 kalinya sejak ia dilantik menjadi Presiden RI. Pada 2015, Jokowi dan keluarga malah merayakan Idul Fitri di Banda Aceh, ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Dalam kunjungan kerjanya di Aceh ini, Jokowi mengawalinya dengan silaturahim bersama ulama dan para pengurus pesantren dari seluruh wilayah Aceh. Tercatat ada 105 ulama yang mengikuti pertemuan di Ball Room Hotel Hermes, Banda Aceh, Jumat (14/12/2018) dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 09.50 WIB.

Begitu masuk ruang pertemuan, Jokowi yang berkemeja putih lengan panjang dan berpeci hitam, menyapa serta menyalami satu per satu para ulama yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

Dalam sambutannya, Presiden mengaku bahagia bisa bertemu dan bersilahturahmi kembali dengan para ulama Aceh. Terlebih kunjungan ke Serambi Mekah kali ini merupakan kunjungannya yang ke-9 kali.

"Sebetulnya sudah saya minta berkali-kali untuk mengadakan pertemuan (dengan para ulama Aceh) ini," ucap Jokowi.

UU Pondok Pesantren

Dalam pertemuan dengan ulama Aceh ini, Jokowi menjelaskan mengenai rencana pemerintah mengajukan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Pondok Pesantren.

“Pemerintah terus mendorong agar RUU Pondok Pesantren bisa diselesaikan. Karena (RUU) ini merupakan sebuah payung hukum besar,” kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan, RUU tentang Pondok Pesantren disusun untuk mencapai tujuan jangka panjang. Yaitu untuk pemberdayaan dan pengembangan pondok pesantren di seluruh Tanah Air yang jumlahnya berkisar 29 ribu buah.

Seperti diketahui, pondok pesantren memiliki peran penting dalam penyiapan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas sekaligus berakhlak mulia.

Pondok pesantren juga sudah ada sejak zaman penjajahan dan terlibat aktif dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Meski begitu, hingga kini pesantren masih seperti dianaktirikan.

Hal itu terjadi lantaran statusnya yang dikategorikan sebagai lembaga pendidikan non formal. Hal ini berbeda dengan madrasah diniyah (sekolah agama) yang termasuk pendidikan formal.

Sebagai lembaga pendidikan non formal, pesantren selama ini harus menghidupi dirinya sendiri, nyaris tanpa bantuan dari negara. Karena itu, UU tentang Pondok Pesantren akan menjadi payung hukum bagi pemerintah untuk dapat melakukan pembinaan maupun menyalurkan bantuan bagi pesantren.

“Dengan adanya UU Pondok Pesantren ini, apabila negara ingin memberikan anggaran kepada pondok pesantren atau menggaji guru-guru ngaji yang ada di dalam pondok, ada dasar hukumnya,” kata Jokowi.

Para ulama Aceh menyambut baik rencana pemerintah menggolkan RUU Pondok Pesantren ini. Pelaksana Tugas Gubernur NAD, Nova Iriansyah, mengatakan pertemuan Presiden dengan para ulama Aceh telah direncanakan sejak lama namun baru terwujud pagi ini.

"Saya atas nama Pemerintah Aceh mengucapkam terima kasih atas kedatangan Bapak Presiden di acara ini," tutur Nova Iriansyah.

Selepas bertemu para ulama, Jokowi menghadiri beragam acara di Aceh. Di antaranya penyerahan sertifikat tanah wakaf dan peletakan batu pertama pembangunan jalan tol di Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, NAD. Jalan tol yang akan dibangun ini merupakan ruas tol pertama di Aceh. (Kal/fad)