LAM Riau: Pemberian Gelar ke Presiden Sesuai Prosedur

Datuk Seri Syahril Abubakar.
Jakarta, PenaOne - Rencana pemberian gelar adat Melayu Riau kepada Presiden Jokowi oleh Lembaga Adat Melayu (LAM)  Riau tidak hanya mendapat penolakan dari tokoh Riau. Belakangan muncul penolakan dari mereka yang menamakan diri sebagai Pemuda Penggiat Riau.


Ungkapan penolakan mereka sampaikan lewat spanduk yang bertuliskan "Kami Mengutuk Lembaga Adat Melayu Riau Menjual Marwah Adat Ke Penguasa”.

Menanggapi hal ini Ketua LAM Riau Datuk Seri Syahril Abubakar, tampaknya adem ayem dan tak terpengaruh dengan protes terhadap lembaga yang dipimpinnya.

Baca: LAM Riau akan Anugerahkan Gelar Datuk Sri Setia Amanah Negara

“Saye tak kenal siape mereka yang menamakan dirinya Pemuda Penggiat Budaya itu, apakah die orang berasal dari Riau, saya tak kenal,” kata Datuk Seri Syahril dalam logat bahasa Melayu saat menjawab pertanyaan lewat WhatsApp, Rabu pagi (5/12/2018).

Kalau mereka itu masyarakat adat melayu Riau, kata Datuk Seri Syahril, kite akan berikan pemahaman, kerena kite ini lembaga adat sudah ada pertimbangan dan mekanisme yang kite jalankan sesuai dengan alur dan patutnya.

Datuk Seri Syahril Abubakar tak mau bila ada yang menyatakan pemberian gelar Adat Melayu Riau kepada Presiden tanpa alasan dan argumentasi yang jelas.

“Mane lak kita mengade ngade, semua sesuai dengan prosedur yang diambil dengan musyawarah dan mufakat,” kata Syahril. (Yuharzi/gal)