RèJO Minta Bawaslu Pantau Reuni 212


Jakarta, PenaOne - Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu diminta memantau serta mencermati kegiatan reuni 212 yang bakal digelar Ahad, 2 Desember 2018 di  Monas, Jakarta Pusat.

"Reuni 212 besok dikawatirkan ada muatan politisnya. Maka kami minta Bawaslu turun kelapangan, agar reuni 212 terhindar dari kegiatan Politik "kata Ketua umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal MS dalam siaran persnya Sabtu (1/11/2018).

Darmizal meminta, kegiatan keagamaan di Monas besok yang dibungkus dengan konsep reuni 212 tidak akan dijadikan sebagai ajang politisasi untuk kepentingan politik praktis kelompok tertentu, apalagi untuk kepentingan Pilpres 2019. Penyelenggara pasti sadar, bahwa memanfaatkan reuni 212 untuk kepentingan politik apalagi Pilpres akan merugikan calon mereka. Saya kira para alumni tidak akan setuju bahkan bisa marah.

Marilah kita jadikan peristiwa 212 pada tahun 2016 silam sebagai kenangan perjalanan sejarah, dimana saat itu, kita dan jutaan ummat pernah bersatu dengan satu tuntutan yang sama, yaitu tegaknya hukum dibumi Indonesia tercinta, tanpa pandang bulu.

"Berbicara 212, saya dan banyak rekan saya yang lain adalah pelaku dan alumni 212 tahun 2016 lalu, seperti halnya Pak Jokowi yang juga alumni 212. Beliau berhujan-hujan dari Istana datang ke panggung utama untuk menyampaikan sambutan atau berorasi. Semua dapat dengan mudah kita lihat di youtube (Jokowi 212) bagaimana kehadiran pak Jokowi disana saat itu," jelasnya.

Darmizal meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya kegiatan reuni 212 tersebut. Karena, kata dia, masyarakat luas sudah menyadari sepenuhnya bahwa kegiatan 212 adalah kenangan bersejarah yang tidak akan terulang kembali. Selain itu, pihak kepolisian, TNI dan pengmanan terkait tentu sudah mengantisipasi segala kemungkinan demi kebaikan bersama.

"Reuni tersebut Pasti dijaga agar berjalan damai sebagaimana mestinya".

"Semoga aksinya berjalan aman dan lancar, tidak ada yang anarkis. Kita yakin pihak keamanan mampu kendalikan keamanan," jelas alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tersebut. (yis/tan)