Tim Psikologi TNI Bantu Dukungan Psikososial kepada Siswa di Sigi


Sulteng, PenaOne - Tim Psikologi TNI pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, melaksanakan kegiatan bantuan “Dukungan Psikososial” kepada siswa-siswi  Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 18 Sigi, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sulteng, Sabtu (1/12/2018).

Kegiatan Dukungan Psikososial diikuti oleh 124 siswa-siswi, karena masih banyak yang belum masuk sekolah disebabkan adanya kekhawatiran dan kecemasan orang tua dan siswa-siswi akan terjadinya gempa susulan.

Tim Psikologi TNI  juga memberikan Ice Breaking dan Fun Games kepada siswa-siswi yang bertujuan untuk melihat sejauh mana pada siswa-siswi tersebut dapat mengekplorasi diri, konsentrasi, kerja sama tim dan pemecahan masalah. Games yang diberikan antara lain permainan lampu merah, tepuk ganjil genap, roda gila, Almost Infinity Circledan lain-lain.

Kegiatan yang dilakukan oleh Tim Psikologi TNI tersebut dalam rangka menjaring adanya kemungkinan perilaku mal adaptif yang dilakukan oleh para siswa-siswi yang terdampak bencana alam, yang menjadi fokus penanganan lebih lanjut.

Disamping itu, bantuan Dukungan Psikososial yang dilakukan oleh Tim Psikologi TNI antara lain meliputi sharing materi Psikologi kepada para guru SMPN 18 Kabupaten Sigi tentang pola bimbingan konseling kepada orang tua dan siswa-siswi pasca bencana alam. Tujuan materi ini diberikan kepada para guru dengan harapan dapat memberikan konseling atau sharing kepada orang tua dan siswa-siswi untuk mencegah dan meminimalisir efek kecemasan guru dan orang tua kepada para siswa-siswi.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan para guru dan orang tua mampu menemukan pola dan regulasi yang tepat dalam menumbuhkan minat belajar dengan mengikis kecemasan pasca bencana alam dan hambatan psikologis lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya hambatan dalam belajar mengajar.

Dengan demikian, bimbingan konseling menjadi bidang layanan khusus dalam membangun minat dan motivasi siswa-siswi yang diberikan oleh Tim Psikologi TNI. (kil/kop)