Warga Jakarta Ogah Ikuti Reuni 212


Jakarta, PenaOne - Salah satu warga Jakarta ogah mengikuti acara reuni alumni 212 yang akan berlangsung besok Ahad 2 Desember 2018 di Monas, Jakarta Pusat.

"Gak ikut-ikutan kesana (Monas). Reuni alumni 212 sudah melenceng dari subtansi awal. Kini malah jadi alat politik jelang Pilpres tahun 2019," kata Espaneli (42) Sabtu ( 1/12/2018) saat ditemui dirumahnya.

Baca: Kapitra Ampera Bakal Gelar Aksi Tandingan 212

Espaneli. @Ist
Ibu rumah tanggal yang tinggal di kawasan Cakung, Jakarta Timur ini mengaku lebih suka mengurus ketiga orang anaknya dari pada ikutan ke acara reuni alumni 212.

"Insya Allah lebih berkah mengurus anak dan keluarga dirumah," tuturnya.

Baca: Alumni 212 Bakal Deklarasi Dukung Jokowi

Perempuan yang lahir di Pariangan, Tanah Datar, Sumatera Barat ini mengaku, aksi 212 tahun 2016 silam sebaiknya jangan dijadikan transaksi politik kepada capres tertentu.

"Meski dibungkus apapun. Saya menduga acara besok pasti berkaitan dengan politik. Lihat saja besok," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal MS meminta Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu memantau serta mencermati kegiatan reuni 212 yang bakal digelar Ahad, 2 Desember 2018 di  Monas.

Baca: 4 Kerugian Prabowo Jika Hadiri Reuni 212

"Reuni 212 besok dikawatirkan ada muatan politisnya. Maka kami minta Bawaslu turun kelapangan, agar reuni 212 terhindar dari kegiatan Politik " katanya  dalam siaran persnya Sabtu (1/11/2018).

Dari Yogyakarta, mantan Ketua Mahkmakah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD berpendapat acara Reuni 212 di Monas besok pagi lebih kental nuansa politis dibandingkan gerakan dengan semangat keagamaan. Menurut Mahfud, ajang Reuni 212 tidak memiliki substansi agama yang kuat.

Baca: SETARA: Reuni 212 Gerakan Politik

"Ya memang politis, memang lebih politis ini. Bukan semangat keagamaan, bukan memperjuangkan nilai-nilai keagamaan," kata Mahfud, saat ditemui  di sela acara Sarasehan Ikatan Alumni Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), di Hotel Grand Dafam Yogyakarta, Sabtu (1/12/2018).

"Mau dikatakan memperjuangkan agama sama-sama, (tapi) nggak ada yang spesifik," sambung Mahfud. (sil/huf)