Alumni UNS Deklarasi Dukung Jokowi



Solo, PenaOne - Graha Wisata Niaga Surakarta meriah. Akhir pekan ini, Sabtu, 26 Januari 2019, digelar deklarasi alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama perguruan tinggi Lainnya, mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sejumlah tokoh hadir dalam deklarasi yang digelar Alumni UNS Solo untuk Jokowi (JoSmart) dengan perguruan tinggi lain itu. Wajah-wajah kondang itu antara lain Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin yakni Jendral (Purn) Moeldoko, politisi senior mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, dan Ustaz Yusuf Mansur. Selain itu, tampak pula ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo.

Ketua DPP JoSmart, Heri Sosiawan secara bulat menyatakan JoSmart bersama perguruan tinggi lain akan memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf. Ia menegaskan, selain UNS, ada 17 perguruan tinggi di Indonesia dan seluruh relawan menyatukan tekad dukung Jokowi.

“Ini ibarat bola salju yang kian membesar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian TKN Moeldoko meminta dukungan masyarakat agar pemilu kita tak serupa pemilu AS lalu. Jangan sampai orang baik seperti Jokowi bernasib seperti Hillary Clinton yang kalah pada pemilihan presiden AS karena banyak yang tidak menggunakan hak suara.

“Hampir seluruh warga AS yakin Hillary jadi pemenang, jadi banyak yang tidak datang ke TPS karena yakin Hillary pasti menang, tetapi akhirnya dia kalah,” kata Moeldoko.

Belajar dari kasus AS, Moeldoko berharap agar masyarakat pemegang hak suara berbondong-bondong datang ke TPS untuk mencoblos pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin.

“Satu suara menentukan masa depan Indonesia. Pada saat Pilpres memang berdekatan dengan hari libur panjang, tapi jangan sampai tidak menggunakan hak suara,” tegasnya.

Moeldoko juga menekankan, agar masyakarat Indonesia tidak main-main dalam menentukan pilihan pemimpin masa depan.

“Tolong sampaikan kepada publik, pilihlah pemimpin yang memiliki pengalaman dalam mengelola negara, pemimpin yang memiliki program yang jelas untuk menyejahterakan masyarakat. Jangan memilih pemimpin kok coba coba,” kata Moeldoko.

Pada kesempatan ini, Moeldoko memaparkan kondisi Indonesia di bawah Jokowi amat baik. Dari sisi stabilitas politik, indeks demokrasi di Indonesia pertumbuhannya cukup bagus, di angka 72.

“Maknanya adalah partisipasi publik untuk terlibat dalam pemilukada makin meningkat. Dari 171 pilkada di Indonesia, ada 157 juta orang Indonesia yang berbondong-bondong ke TPS,” paparnya.

Dari sisi kinerja, Jokowi mampu memberikan kesejahteraan yang baik kepada masyarakat, salah satunya dari sisi menciptakan lapangan kerja baru.

“Jokowi pernah menjanjikan 10 juta lapangan kerja, saat ini 8,9 juta tenaga kerja yang bisa diserap oleh industri. Sampai dengan akhir pemerintahan nanti 10 juta pasti bisa diselesaikan,” urainya dikutip Jokowi App.

Dari sisi tingkat pengangguran, Jokowi juga mampu menekan angka dari 5,15 persen menjadi 5,13 persen. Dengan hasil kerja ini, Indonesia memiliki misi pada tahun 2030 bisa menjadi salah satu dari enam pemain besar dalam perekonomian global.

“Praktisi mengatakan Indonesia memiliki prospek ke depan bahwa 2030 akan menjadi salah satu dari enam pemain terbesar di bidang ekonomi global. Udah gitu ada yang pesimis. Kasihan deh lu. Kita harus optimis dong,” tegas mantan Panglima TNI ini. (kil)