Harga Cabai Diserahkan ke Mekanisme Pasar




Yogyakarta, PenaOne - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku tidak bisa mengendalikan harga cabai rawit merah yang saat ini masih cukup tinggi. Instansi tersebut memilih menyerahkannya pada mekanisme pasar.

"Terus terang saja, kalau untuk harga cabai kami serahkan pada mekanisme pasar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana, Minggu (30/12/2018).

Tri menyebut, cabai tidak termasuk komoditas strategis yang harganya perlu dikendalikan pemerintah seperti beras, telur, gula pasir, serta daging ayam.

"Sehingga kalau pemerintah harus melakukan OP (operasi pasar) cabai, kok lucu. Jadi memang kami tidak memiliki usaha khusus untuk menurunkan harga cabai. Memang harga cabai sejarahnya mulai dari Rp10 ribu bisa sampai Rp200 ribu, terlalu banyak usaha yang kita curahkan untuk mengendalikan harga cabai," katanya.

Sesuai pantauan di tingkat pedagang, menurut dia, pasokan cabai di DIY mencukupi. Sebagian besar pasokan itu, kata dia, berasal dari Jawa Tengah.

Sedangkan komoditas cabai hasil panen petani lokal DIY justru lebih banyak mengalir ke Jawa Barat serta DKI Jakarta dibandingkan untuk mencukupi kebutuhan di DIY. "Memang banyak diangkut ke Jakarta dan kami tidak bisa melarang," sambung dia dikutip bernas.

Mengacu hasil pemantauan Disperindag DIY di Pasar Demangan, Pasar Kranggan, serta Pasar Beringharjo per 28 Desember 2018, harga cabai rawit merah mencapai Rp45.333 per kilogram (kg) dan cabai merah besar Rp32.333 per kg. Padahal pada pertengahan Desember harga cabai rawit merah masih Rp24.000 per kg dan cabai merah besar masih Rp23.333 per kg.