GACD Wanti-wanti KPU Gunakan Anggaran Sosialisasi Sebaik Mungkin

Seorang warga sedang menggunakan hal pilihnya di TPS. 
Jakarta, PenaOne - Direktur Eksekutif Goverment Again Corupttion and Discrimintion (GACD) Andar Situmorang meminta KPU  lebih optimal menggunakan anggaran terutama soal sosialisi Pilpres.

Semestinya kata Andar, KPU lebih giat lagi dalam memberikan pemahaman kepada masayarkat sehingga partisipasi pemilih bisa meningkat dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Permohonan PK Mandeg 7 Tahun, Andar Sebut Pengadilan Tak Becus Kerja!

Hal itu dikatakan Andar menanggapai masih adanya warga di Kabupaten Sleman dan Kabupaten Gunung Kidul, provinsi Yogyakarta yang masih kebingungan soal kertas suara saat Pilpres 17 April nanti.

"KPU harus lebih giat lagi melakukan sosialisi ke masyarakat. Pergunakan anggaran yang ada sebaik mungkin," ujar Andar Minggu (10/2/2019) malam.

Sebelumnya, warga Desa Caturharjo, Sleman, Yogyakarta mengaku masih kebingungan saat ditanya berapa jumlah dan warna kertas suara dalam Pipres yang akan digelar 17 April Mendatang.

Baca Juga: Andar Minta Saber Pungli Sikat BPN Jateng

"Masih belum begitu paham jumlahnya kertas suaranya berapa. Yang saya tahu calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Warnanya apa saya belum begitu paham," ujar Waljiyati (46).

Anggota DPRD Provinsi DIY Slamet mengatakan, kurangnya sosilais KPU tidak hanya terjadi di Kabupaten Sleman. Dia mengatakan, kurangnya sosialiasi KPU juga terjadi di Kabupaten Gunung Kidul.

"Bahkan saya sosialisasi di 18 Kecamatan di Gunungkidul jawabanya juga gitu," katanya.

Baca Juga: Warga Sleman Masih Kebingungan Soal Kertas Suara Pilpres

Politisi partai Golkar ini meminta KPU lebih giat melakukan sosialisasi tentang pemilu ke masyarakat.

"Hal ini penting dilakukan untuk menghindari banyaknya kesalahan waktu pencoblosan dan mengurangi angka golput," pungkas Slamet. (yul/fad)