Polda Papua Bekuk Pelaku Penyebar Foto Porno Disertai Pemerasan



Jayapura, PenaOne  - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua membekuk pelaku dugaan pelanggaran UU ITE berinisial AS (27). Modus pelaku dengan menyebarkan foto porno melalui pesan WhatsApp (WA) disertai pengancaman dan pemerasan.

Pelaku ditangkap Selasa tanggal 11 Desember 2018 pukul 19.30 Wit di Jalan Raya Abepura-Sentani tepatnya di depan Denzipur.

Kronologis penangkapan terjadi pada 11 Desember pukul 19.30 wit, personil mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku di Jalan Raya Abepura-Sentani tepatnya di depan Densipur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personil langsung menuju ke tempat yang dimaksud dan melakukan penangkapan  terhadap pelaku berinisial AS (27). Selanjutnya pelaku diamankan ke Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

AS dengan sengaja menyebarkan foto porno melalui pesan WA disertai pengancaman dan pemerasan tersebut terjadi pada hari Sabtu tanggal 17 November 2018 sekitar jam 02.27 Wit. Saat itu korban berada di rumah kostnya yang beralamat di Jalan Raya Kemiri Belakang Polsek Sentani, Kota Jayapura.

Saat itu, korban menerima percakapan melalui WA dengan nomor yang tidak tercatat di HP korban yang mengirimkan foto-foto porno korban dan mengancam korban unutuk mengirimkan uang sejumlah Rp.3.000.000,- ke Rek BNI dan kalau tidak mau foto-foto bugil korban akan disebarkan.


Kemudian sekitar pukul 08.20 Wit korban mendapat percakapan WA miliknya dari WA adik angkatnya yang berinisial NEA yang menanyakan kebenaran perihal foto-foto porno korban yang dikirimkan ke Wanya oleh nomor yang belum tersimpan di HP yang mengaku sebagai SAM.

Kemudian sekitar pukul 20.35 Wit adik kandung korban yang berinisial RS menghubungi korban melalui messenger facebook menanyakan tentang kebenaran foto porno korban yang dikirimkan di WA RS oleh nomor yang belum tersimpan di HPnya tersebut.

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 20 November 2018 korban menghubungi pelaku AS melalui HP milik korban dan meminta pelaku untuk tidak menyebarkan foto porno itu dan korban menyanggupi untuk mengirimkan uang yang diminta oleh pelaku. Namun pelaku meminta korban untuk mengirimkan uang yang lebih besar yaitu Rp. 5.000.000,-(lima juta rupiah) dan dikirimkan ke rek BRI.

Korban merasa yakin yang mengirimkan foto porno korban adalah AS karena sebelumnya pada awal bulan November 2018 pelaku  sempat menggunakan nomor yang mengirimkan foto porno tersebut melakukan percakapan dengan korban melalui WA dan menyatakan cintanya namun ditolak oleh korban.

Selanjutnya pelaku mengirimkan foto-foto bugil milik korban yang diduga telah diambil oleh pelaku melalui HP milik korban yang disambungkan ke Laptop miliknya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, membenarkan hal itu.

Atas perbuatnnya pelaku dijerat dengan pasal  45 Ayat  (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) dan/atau Pasal 45 (4) Jo 27   Ayat (4)    Undang-Undang   No.19   Tahun   2016   Tentang Perubahan  Atas   Undang - Undang   Republik  Indonesia No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama enam tahun penjara.


"Pelaku sudah diamankan di Polda Papua untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," jelas Kamal dalam pesan elektronik kepada PenaOne.com. (kal/fas)

                                                                           
Reactions: 

Related

POLDA PAPUA 3780757976392355878

Jokorner App


Terbaru

Populer

Comments

item