Surat Terbuka Buat Ibu-ibu Tidak Makan Infrastruktur



YANG terhormat Ibu -ibu pendemo pembawa selembar kertas yang bertulisan "KAMI TIDAK MAKAN INFRASTRUKTUR"

Benar ibu, memang kita tidak makan infrastruktur. Yang ibu makan sama yang dimakan semua manusia.

Foto ibu yang lagi tenar di sosmed, tapi perlu ibu ketahui bahwa dibalik ketenaran ibu menunjukan kebodohan. Maaf ibu..! Saya tetap memuliakan seorang ibu.

Ibu.....!
Tujuan negara kita membanggun infrastruktur, salah-satunya adalah untuk terciptanya kestabilkan harga. Terutama kestabilan harga pada kebutuhan barang harian.

Dengan terbangunnya infrastruktur akan terjadi kelancaran pendistribusian dan biaya pengiriman efisien (murah). Dengan infrastruktur terwujud keadilan.

Ibu masih ingat waktu dulu jaman SBY, antrian panjang truk berkilo-kilo meter di pelabuhan Bakauhuni hendak menyeberang ke pulau Jawa? Begitu juga antrian truk berkilo-kilo meter di Merak mau menyeberang ke pulau Sumatra? Barang-barang dibawa busuk merugikan pedagang-pedagang milyaran rupiah. Sopir pun kehabisan bekal dalam perjalanan.

Kenapa itu terjadi? Karena infrastruktur ibu..!
Infrastuktur kita carut-marut.

Sebelumnya, Papua harga BBM mahal ratusan ribu rupiah per liter. Tapi ibu, sejak Jokowi mempersiapkan infrastrukturnya, sekarang harganya sudah sama dengan daerah kota-kota besar di Pulau Jawa  yang memiliki infrastruktur lengkap.

Itulah pentingnya infrastruktur Ibu...!

Cina bisa menjadi negara berekonomi kuat di dunia karena infrastrukturnya tertata dengan baik dan terkonekting ke titik-titik strategis sehingga mudah diakses dengan cepat tanpa macet dan berbiaya murah.

Ibu pencaci-maki infrastruktur.....  !
Mungkin karena ibu dan teman-teman ibu selana ini penguna akses jalan yang sudah tersedia dengan baik maka ibu bersama teman-teman berani mengecilkan kehadiran infrastruktur itu. Sekarang Allah mau tunjukan kepada orang  kampung kita, Sumatera Barat tentang pentingnya infrastruktur itu kembali.

Musim penghujan terjadi akhir2 ini, tiba-tiba jalan utama Padang - Bukittinggi terputus akibat  banjir bandang pada tgl 10 Desember 2018 kemarin. Putusnya jembatan ini mengakibatkan jalan utama Padang - Bukittinggi tidak bisa dilewati kendaraan bermotor, baik itu roda 2 maupun roda 4 untuk akes menuju berbagai daerah strategis seperti  Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Pekanbaru dan berbagai daerah vital lainnya. Pengunaan jalan alternatif mesti mutar-mutar memakan waktu cukup lumayan lama  untuk sampai ke titik-titik ke lokasi tersebut.

Sebagai contoh, jika kita dari kota Padang mau ke Padang Panjang, rute  bisa  kita lewati jalan Malalak atau jalan Solok. Ini jaraknya lumayan jauh bu...  .! Biaya transportasi pasti melambung tinggi. Kan kasihan juga masyarakat kita bu....!

Jadi mengapa ibu membuat tulisan mencaci-maki kepada seorang pemimpin negara kita yang sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur yang selama ini hanya sekedar wacana? Kenapa ibu membuat ejekan dengan mengajak ibu-ibu bawa rantang buat dipukul-pukul dikeramaian?

Kita memang tidak makan beton, bu....! Tapi dengan beton terbentang dari Sabang sampai Merauke, darisitu kita bisa membangun masa depan. Kita  hidup bukan hanya mencari makan. Dari pakaian ibu pakai, ibu bukan lagi urusan makan tetapi sudah mencari kesejahteraan.

Dengan tersedianya Infrastuktur, rakyat mudah mencari makan. Dengan membangun infastruktur itulah, ibu dan anak-anak ibu lahirkan bisa bangun kejayaan!

Saya bukan minta Jokowi untuk ibu muliakan. Tetapi saya minta, berpolitiklah dengan penuh kewarasan.

Demikian.
Semoga jalan kewarasan yang terputus, tersambung lagi.
Aamiin

Oleh: Aznil (Putera Minang/Sumbar)_

(fit/gis)
Reactions: 

Related

Aznil 7037250577520590370

Jokorner App


Terbaru

Populer

Comments

item