Ini Kata Ketua KPU DIY Soal Anggapan Lambannya Sosialisasi Pemilu



Yogyakarta, PenaOne - Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi DIY angkat bicara soal masih banyaknya warga yang belum mengetahui tahapan dan tatacara pencoblosan saat Pemilu berlangsung.

"KPU sesungguhnya sudah melakukan banyak sosialisasi sejak tahun 2018 dengan tema dan penekanan yang tentu lain dengan tahun 2019," kata Ketua KPUD DIY Hamdan Kurniawan Senin (11/2/2019).

Baca Juga: KPU Sleman Siap Penuhi Panggilan Dewan

Hal itu dikatakannya menanggapi keluhan anggota DPRD provinsi DIY Slamet dan Ketua DPRD Kabupaten Sleman Haris Sugiharta yang didapil mereka masing-masing masih banyak warga yang belum paham.

Tahun 2019 ini, menurut Hamdan, tahapannya sosialisasi yang lebih masif, informasinya bersifat lebih teknis. Dikatakannya, selain menggerakkan PPK dan PPS, KPU  juga merekrut  relawan demokrasi dengan 10 basis segmen.

"Mereka sudah mulai bergerak ke masyarakat awal Februari," jelas Hamdan.

Sejatinya, lanjut Ketua KPU DIY, tanggungjawab sosialisasi sendiri tidak hanya ada dipundak KPU. Tapi juga peserta pemilu (Parpol, DPD, Capres dan timnya) juga pemerintah.

Baca Juga: DPRD Sleman Akan Panggil KPUD Soal Lambannya Sosialisasi Pemilu

"Tapi KPU berupaya keras untuk terus menyebarluaskan informasi kepemiluan sampai menjelang pemungutan suara," demikian Hamdan Kurnia.

Sebelumnya, anggota DPRD Provinsi DIY Slamet mengatakan, kurangnya sosilaisi KPU tidak hanya terjadi di Kabupaten Sleman. Dia mengatakan, kurangnya sosialiasi KPU juga terjadi di Kabupaten Gunung Kidul.

"Bahkan saya sosialisasi di 18 Kecamatan di Gunung Kidul jawabanya juga gitu," katanya Minggu (10/2/2019).

Baca Juga: Warga Sleman Masih Kebingungan Soal Kertas Suara Pilpres

Politisi partai Golkar ini meminta KPU lebih giat melakukan sosialisasi tentang pemilu ke masyarakat.

"Hal ini penting dilakukan untuk menghindari banyaknya kesalahan waktu pencoblosan dan mengurangi angka golput," pungkas Slamet.

Tak hanya Slamet, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta mengaku geram lantaran masih banyaknya warga yang belum paham tahapan dan tatacara pencoblosan saat Pemilu nanti digelar.

Kelambanan sosialisasi KPUD Sleman tersebut juga dirasakan politis PDI Perjuangan ini. Bahkan, saat dirinya yang kini maju kembali menjadi caleg DPRD Kabupaten Sleman dari dapil Sleman I yang meliputi Kecamatan Tempel, Turi dan Sleman turun menyapa konstituennya masih banyak warga yang belum tahu soal warna dan jumlah kertas suara dalam Pemilu.

Baca Juga: Pengamat: KPU Jangan Sibuk Soal Administrasi, Sosialisasi Lebih Penting

"Saat saya turun ke lapangan (dapil) menyapa warga masih banyak kok yang tidak paham," ungkap Haris. (sil/fik)
Reaksi: 

Related

YOGYAKARTA 9218722642149291579

Jokorner App


Terbaru

Populer

Comments

item