KPU Sleman Siap Penuhi Panggilan Dewan



Sleman, PenaOne - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, provinsi Darerah Istimewa Yogyakarta atau DIY Trapsi Haryadi mengaku akan memenuhi panggilan DPRD Sleman guna menjelaskan anggapan soal lambannya sosialisasi Pemilu tahun 2019.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Haris Sugiharta mengaku geram lantaran masih banyaknya warga yang belum paham tahapan dan tatacara pencoblosan saat Pemilu digelar.

Baca Juga: DPRD Sleman Akan Panggil KPUD Soal Lambannya Sosialisasi Pemilu

"Kami akan panggil KPUD Sleman hari Kamis 14 Februari nanti," ujar Haris saat dihubungi, Minggu (10/2/2019) malam.

Kelambanan sosialisasi KPUD Sleman tersebut juga dirasakan politis PDI Perjuangan ini. Bahkan, saat dirinya yang kini maju kembali menjadi caleg DPRD Kabupaten Sleman dari dapil Sleman I yang meliputi Kecamatan Tempel, Turi dan Sleman turun menyapa konstituennya masih banyak warga yang belum tahu soal warna dan jumlah kertas suara dalam Pemilu.

"Saat saya turun ke lapangan (dapil) menyapa warga masih banyak kok yang tidak paham," ungkap Haris.

Baca Juga: Warga Sleman Masih Kebingungan Soal Kertas Suara Pilpres

Kembali ke Ketua KPU Sleman. Dengan adanya undangan dari Dewan tersebut pihaknya merasa bersyukur. Karena, suksesnya Pemilu menjadi tanggungjawab kita bersama.

"Kami malah berterimakasih jika Dewan akan memanggil kita. KPU Sleman siap datang kapanpun dipanggil," kata Trapsi Haryadi saat berbincang melalui selularnya Senin (11/2/2019).

Trapsi menampik anggapan jika selama ini KPU tidak bekerja melakukan sosialisasi Pemilu. Menurutnya, sejak awal bulan Januari lalu, pihaknya sudah turun ketengah warga melakukan sosialisasi.

"Dipondok pesantren, kampus-kampus kita laukan sosialisasi kok," jelas Trapsi.

Baca Juga: Pengamat: KPU Jangan Sibuk Soal Administrasi, Sosialisasi Lebih Penting

Kedepan, masih menurut Trapsi, KPU Sleman akan mengoptimalkan kinerja PPK, PPS dan relawan yang ada untuk turun ketengah warga. Karena, lanjut dia, merekalah menjadi ujung tombak dilapangan.

"Saat ini kita mempunyai 85 orang petugas PPK, 285 orang petugas PPS dan 55 orang relawan. Kami akan optimalkan mereka," tuturnya.

Kejadian bermula saat warga Desa Caturharjo, Sleman, Yogyakarta Waljiyati (46) mengaku masih kebingungan ketika ditanya berapa jumlah dan warna kertas suara dalam Pipres yang akan digelar 17 April Mendatang.

"Masih belum begitu paham jumlahnya kertas suaranya berapa. Yang saya tahu calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan nomor 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Warnanya apa saya belum begitu paham," ujarnya. (tan/guh)

Baca Juga: GACD Wanti-wanti KPU Gunakan Anggaran Sosialisasi Sebaik Mungkin

Reaksi: 

Related

YOGYAKARTA 3665674818101112066

Jokorner App


Terbaru

Populer

Comments

item