PBNU: Tuhan yang Kita Sembah Allah, Bukan Pilpres


Robikin Emhas
Jakarta, PenaOne - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, Pilpres merupakan event lima tahunan. Proses demokrasi, kata dia, itu hal yang biasa. Tentu akan ada yang dinyatakan terpilih dan tidak terpilih. Itulah mengapa konstitusi maupun regulasi lain tidak menggunakan istilah "menang" dan 'kalah".

"Jadi pengandaian Pilpres sebagai perang adalah kekeliruan," ujar Robikin dalam rilisnya Sabtu (24/2/2019).

Dirinya melanjutkan, Jokowi beragama Islam, Kiai Ma'ruf Amin Islam. Prabowo Islam, Sandiaga Uno pun beragama Islam. Pasangan Capres-Cawapres semuanya beragama Islam. Lalu atas dasar apa kekuatiran Tuhan tidak ada yang menyembah kalau capres-cawapres yang didukung kalah? Apa selain capres-cawapres yang didukung bukan menyembah Tuhan, Allah SWT?

"Tak usah berusaha mengukur kadar keimanan orang. Apalagi masih terbiasa ukur baju orang lain dengan yang dikenakan sendiri," ujarnya.

Dijelaskannya, berdoa merupakan bagian dari cara membangun hubungan baik dengan Allah SWT. Itulah mengapa Islam memberi guidance tata cara berdoa, yang antara lain dengan adab yang baik, dengan penuh sopan santun. Tentu juga tidak memanipulasi fakta.

"Ingat, Tuhan yang kita sembah adalah Allah SWT. Bukan Pilpres. Bahkan bukan agama itu sendiri," pungkas Robikin.  (kur/fad)




Reaksi: 

Berita Terkait

Pilpres 2019 8536019674614260911

Terbaru






close





Populer

Comments




item