Solok Selatan Bakal Gelar Festival Seribu Rumah Gadang


Rumah gadang adat Sumatera Barat
Sumatera Barat, PenaOne - Setelah sukses menggelar festival Seribu Rumah Gadang (SRG) di tahun 2017 lalu, Kabupaten Solok Selatan, provinsi Sumatera Baraat berencana menggelar kembali festival yang sama tahun ini. Festival itu bakal digelar pada 22-24 Maret mendatang di tiga lokasi dengan tema "Manyulam Kain Jolong".

"Festival yang yang berlangsung selama tiga hari ini akan diadakan di tiga lokasi yaitu SRG, Taman Kota Muaralabuh dan PasiaTalang," kata Kabag Humas Setkab Solok Selatan, Firdaus Firman, Kamis (21/2/2019).

Dilanjutkan Firdaus, tujuan lain digelarnya festival ini untuk menggali kekayaan seni budaya di daerah Sarantau Sasurambi. Direncanakan, dalam pembukaan kegiatan itu akan menghadirkan upacara adat dalam tatanan masa lampau.

"Tentu saja kita mengharapkan kehadiran dan dukungan para raja-raja yang ada dan ninik mamak nantinya," harapnya.

Ditambahkannya, pada festival ini, ada penampilan kekayaan sastra dalam bentuk tutur petatah petitih, pasambahan, menampilkan syair dendang dan juga kekayaan ragam busana adat untuk sebuah peristiwa adat.

"Festival akan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, komunitas, dan unsur lainnya yang akan meramaikan kegiatan itu. Untuk di Taman Kota Muaralabuh kita akan berikan ruang kreatif komunitas atau sanggar kesenian untuk para generasi muda," jelasnya dikutip jurnalandalas.

Menurutnya, rumah gadang juga akan menjadi bagian dari festival yang ditata dengan peralatan, hiasan serta pernak perniknya seperti tikar pandan, kain-kain khas, lampu petromak, dan sebagainya untuk mendapat sentuhan masa lampau.

Kemudian berbagai peralatan dari bambu yang menjadi tema artistik lingkungan lokasi festival bernuansa masa silam.

"Untuk materi festival, pada kawasan SRG akan diperlihatkan petatah petitih, pasambahan, silek galombang atau silek sonsong, lima jenis musik tradisi, dua jenis randai tradisi, 10 jenis prosesi adat," sebutnya.

Begitu juga di rumah gadang Pasia Talang, akan dikemas dengan kegiatan, tata cara perkawinan masa lalu, kesenian, prosesi arak-arakan pengantin. Sementara, di Taman Kota Muaralabuh, dilaksanakan selama 2 malam yaitu, tari kreasi, musik kreasi, randai, kuliner dan kerajinan khas Solok Selatan.

"Dilokasi taman ini akan ada ruang kreatif komunitas atau sanggar kesenian untuk para generasi muda. Selama tiga hari di tiga lokasi berbeda itu masyarakat akan disuguhkan kegiatan yang telah disusun dengan rapi dan teroganisir" jelasnya.

Sementara itu Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasia Talang, Armensis DT Jono Katik, menyambut positif rencana festival ini. Menurutnya, kegiatan tersebut bisa jadi wadah untuk memperkenalkan kepada generasi muda tentang adat dan tradisi serta kesenian daerah.

"Semoga dengan adanya festival ini kesenian-kesenian dan tradisi serta adat budaya didaerah ini kembali dikenal oleh generasi muda dan dapat dilestarikan," pungkasnya. (kit/fad)
Reaksi: 

Berita Terkait

SUMBAR 857643071314051642

Terbaru






close





Populer

Comments




item