Kemenangan Jokowi Tinggal Selangkah, Tapi Harrus Waspada



SEKJEND TPP DOA Yongla Patria M menyatakan 3 hal yakni yang pertama kami meyakini pasangan no urut 1 Bpk Jokowi -KH Ma”ruf Amin hanya selangkah lagi menang di tgl 17 April 2019, yang kedua namun tetap waspada dan yang ketiga jangan dendam serta tetap bersatu sebagai anak bangsa. Menurut bung Yongla Patria M paling tidak ada 10 Faktor yang secara garis besary ang mendukung pasangan no urut 1 akan memenangkan pertarungan Pilpres kali ini antara lain :

1) Faktor Pak Jokowi yang Nasionalis dan taat beragama, low profie, sabar, bijaksana, merakyat, tidak Korup bahkan di Era Jokowi giat memberantas Korupsi, banyak sudah kepala daerah, anggota DPRD, DPR RI, bahkan Ketua DPR RI serta ada Menteri terciduk karena Korupsi, disamping itu Bpk Jokowi sudah teruji memimpin bangsa Indonesia & terlihat kinerjanya sangat baik, terlihat banyak pembangunan di lakukan dan banyak perubahan positif yang nyata yang di rasakan oleh rakyat dari Sabang sampai dengan Merauke .

2) Faktor Keluarga Jokowi yang Low Profile, harmonis dan anak anak Jokowi tidak main Proyek yang berhubungan dengan anggaran APBN ataupun APBD.

3) Faktor Prof Dr KH Ma"ruf Amin yang memangtokoh centrum kaum muslim yang intelektual juga merakyat yang dapat menggaet massa Islam.

4) Faktor perjalanan sejarah di mana bahwa baru kali ini ketum MUI (Majelis Ulama Indonesia) menjadi CAWAPRES, faktor ini pun yang akan bisa menjadi salah satu faktor yang membuat kaum muslim se Indonesia menguat untuk memilih pasangan no urut 1 untuk dapat membua catatan sejarah dimana Ketua MUI jadi Wapres dalam rangka menciptakan sejarah yang positif bagi umat Muslim, belum lagi beliau Rais Aam NU yang tentunya faktor inipun akan membuat grass root NU semakin menguat memilih pasangan Capres dan Cawapres no urut 1.

5) FaktorJokowi –Ma”ruf Amin di dukung oleh berbagai Parpol Parpol kuat yang punya grass root sampai keakar rumput, sedangkan Pasangan Prabowo-Sandi walaupun di dukung beberapa parpol tapi mereka berasal dari satu Partai yang sama yakni Gerindra.

6) Di Dukung Ribuan Organisasi Relawan, ormas ormas lintas agama, suku, budaya, elemen, kelompok, alumni di dukung rakyat Indonesia yang mencintai pasangan no urut 1 dll yang bahkan setiap minggu ada saja kelompok kelompok dari berbagai elemen masyarakat yang mendukung pasangan no urut 1 Jokowi – KH Ma”ruf Amin.

7) Faktor rakyat Indonesia yang “ Mellow “ di mana rakyat Indonesia adalah masyakarat yang mudah iba atau kasihan kepada seseorang yang melakukan hal yang benar tapi selalu di serang ssue fitnah, antara lain : pakJokowi di serang issue anggota PKI lah, tidak dekat dengan ulamalah, tidak Islamilah, tidak membela kepentingan islamlah, tidak adillah dll dll tapi ternyata tidak terbukti dan semua itu HOAX dan HOAX sehingga akhirnya rakyat Indonesia makin sadar tentang kebenaran yang sebenarnya, lihatlah betapa hormatnya pak Jokowi terhadap ulama sehingga akhirnya Pak KH MA”ruf Amin seorang ulama yang menjadi Cawapresnya pak Jokowi.

Faktor ini juga memperkuat dukungan rakyat semakin mendukung BpkJokowi – KH Ma”ruf Amin. Bahkan bukan hanya dengan kaum ulama dan umat muslim saja tapi dengan tokoh tokoh dan umat agama lain pun Jokowi- KH Ma”ruf Amin dekat dan bersahabat. Sehingga dapat di katakan semakin di serang issue Hoax maka semakin rakyat iba dan kasihan sehingga berbalik mendukung Jokowi-KH MA”ruf Amin.

8) Faktor Jokowi-Ma”ruf Amin yang tidak mempunyaim asalalu yang terlibat kasus korupsi, kasus pelanggaran HAM dll, clean and clear.

9) Di dukung Sebagian besar rakyat Indonesia yang sadar dan membutuhkan Indonesia di pimpin oleh pasangan representatif bangsa kita yakni Nasionalis–Religius’. Faktor ini juga menjadi salah satu factor kunci di mana Jokowi – KH Ma’ruf Amin yang merupakan gambaran pasangan hakiki representatif yang di dambakan oleh seluruh rakyat yakni Nasionalis – Religius yang mengayomi semua umat lintas suku, kebudayaan, agama, kelompok dll.

10) Dalam masa masa waktu kampanye Pilpres, pasangan No urut 1 Jokowi – KH Ma’ruf Amin dan seluruh pendukungnya tidak diperkenankan melakukan Hoax, tidak melakukan kampanye Hitam bahkan selalu mengedapankan kampanye yang sopan, santun, elegan dan mengedepankan program program yang nyata untuk rakyat Indonesia.

Namun demikian saya juga mengingatkan agar jangan lengah, jangan takabur, dan jangan anggap enteng ,tetaplah menghormati dan menghargai lawan, dan yang penting jangan jangan buat blunder, belajar dari beberapa pengalaman yakni :

Ingat Pilpres di thn 2004 Pasangan mba Megawati & K Hazim Muzadi di prediksi akan menang  total tapi ternyata kalah oleh SBY - JK, kemudian di Pilgub Jakarta belum lama ini pasanganAhok - Djarot di prediksi akan menang mudah tapi ternyata kalah oleh Anis Basweden dan Sandiaga Uno.

Kemudian lihatlah Nazib Razak di Malaysia di perkirakan akan menang total tapi akhirnya kalah oleh Mahathir Muhammad, Di USA Hillary Clinton yang di unggulkan tapi akhirnya kalah oleh Donald Trump di detik detik terakhir, ini artinya jangan lengah dan jangan buat blunder, jangan membuat kebijakan yang bias membuat Elektabiitas jatuh dll, oleh karena itu belajar dari pengalaman adalah guru yang terbaik, kemudian mulai saat ini lebih banyaklah melakukan door to door di tingkat kelurahan ,RW, RT di seluruhProvinsi, karena di situ basis massa yang sebenarnya, menangkan hati rakyat dengan cara cara yang sopan, santun & elegant, penuh cinta dan motivasi untuk membangun bangsa dengan bergandengan tangan, kebersamaan dan gotong royong.

Dan satu hal lagi jika Jokowi – KH Ma’ruf Amin menang maka ada baiknya merangkul yang kalah untuk juga bias bersama sama mengisi pembangunan secara sinergi positif sesuai dengan program program yang sdh di tentukan oleh sang Pemenang artinya jangan ada dendam dan kebencian jika pak Jokowi – KH Ma”ruf Amin menang dalam kontestasi Pilpres 2019 ini dan saya yakini hal tersebut di atas akan terjadi.

Penulis adalah Yongla Patria M (Sekjen Tim KhususPemenangan Pilpres Jokowi-KH Ma”ruf Amin / TPP 
DOA)

(fia)
Reaksi: 

Berita Terkait

Tulisan Tajam 3991699257846293670

Terbaru






close





Populer

Comments




item