Menghitung Hari Hadirnya Sang Pemimpin yang Merakyat



PEMILIHAN Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presden akan digelar pada hari Rabu tanggal 17 April 2019 di bulan Rajab 1440 Hijriyah. Sebuah penantian panjang selama delapan bulan  yang ditungu tunggu sejak diawalinya masa kampanye bulan Semptember 2018 sampai di awal bulan April 2019 mendatang ini.

Selang waktu itu telah digelar berbagai bentuk kampanye yang menampilkan  keunggulan-keunggulan dari masing masing pasangan calon Presiden.

Dari apa yang terlihat langsung maupun yang  terbaca/telisankan langsung  dari Paslon Capres dan Cawapres tersebut serta para tim sukses pendukungan pemenangan itu sudah bisa terekam apa yang menjadi visi dan misi kedua Paslon itu dengan keunggulan plus minusnya.

Selain  yang dapat terbaca maupun dari narasi-narasi yang terlihat dan  terdengar yang diorasikan dikampanyekan dan diperdebatkan itu. Satu hal yang tak kurang pentingnya untuk mendapatkan  perhatian masyarakat  adalah partisipasi keikutsertaannya untuk menyimak dan menafsirkan  dari ekspressi   "bahasa gerak tubuh" kedua Paslon itu.

Bahasa tubuh itu "sesuatu yang tak terkatan verbal  tapi tersakan terpahami"  yang umum juga dipahami dalam seni pemeranan sebagai  penggambaran terdalam dari jiwa dan perilaku atau habitat sebuah tokoh seseorang.

Dengan penampilan itu dapat secara  intutif ikut terasakan oleh publik tentang gambaran sosok tokoh itum Paslon Capres dan Cawapres mana (01 atau 02) yang  bisa memenuhi harapan masa depan. Kedamaian dan kesejahteraan masyarakat.

Kata lain bahwa dalam hitungan hari-hari akhir masa kampanye ini sampai ke bilik pencoblosan pemungutan suara yang sebenarnya tidak ada hal yang perlu dirisaukan dengan kepanikan dan ketakutan yang berlebihan untuk melakukan tindakan yang memaksakan kehendak yang bisa dampaknya menjadi acaman yang memperburuk citra dan apresiasi kita terhadap Paslon yang bersangkutan.

Tenang  dan berlaku wajar-wajar sajalah saudaraku  untuk kita tetap bersatu bertegur sapa bergandengan tangan  saling menghargai pilihan serta bersama untuk menjaga keamanan terlaksananya di hari pemungutan suara 17 April 2019  tersebut.

Kita orang bersaudara se dulur dan sekaruhun mang untuk saling mengingatkan disekitar terdekat masing-masing  khususnya dalam lingkaran se rumah se krabat dan se lingkungan untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk hajat menggunakan hak plihnya.

Menjemput Takdir...

Bila tiba masanya tak satupun kuasa yang mampu menahan, menghalau dan menggagalkan sesuatu yang sudah menjadi ketentuan yang sudah digariskan dan ditakdirkan oleh Sang Al Khalik, Maha Pencipta Pemilik Kuasa Alam Semesta ini.

Bila segala syariat ikhtiar telah dijalankan dan semua doa dan munajat  telah dihaturkan maka penguatannya adalah tafakur. Berserah diri atas kehendakNya kepada siapa yang mendapatkan amanah atau kepercayaan mahkota pilihan rakyat untuk memimpin pemerintahan berikutnya tahun 2019-2024.

Menutup tulisan ini dengan mengutip pesan pesan kearifan tentang filosofi laku Kepemimpinan dari leluhur Ronggowarsito, pujangga Jawa sebagai berikut:

Rumangsa melu andharbeni/rasa memiliki,
Wajib melu anggondheli/penuh tanggung jawab,
Mula sarira angrasa wani/berani dan mawas diri.

Kemudian dengan laku aktualisasinya sebagai barikut ;

Nguruk tanpa bala, 
Menang tanpa ngasorake,
Sekti tanpa aji aji, 
Sugih tanpa benda.  

Yang maknanya : 
Berjuang tanpa perlu membawah massa, 
Menang tanpa merendahkan,

Berwibawah tanpa mengandalkan kekuasaan kekuatan dan Kaya tanpa didasari kebendaan

Penulis adalah Fiam Mustamin seorang budayawan.

(guh)


Reaksi: 

Berita Terkait

pilihan 2501519370482663407

Terbaru






close





Populer

Comments




item