Penyelundupan 245.102 Ekor Lobster Berhasil Digagalkan



PEMERINTAH melalui Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Satuan Tugas Gabungan Komando Armada I (Koarmada I) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster (BL) ilegal di perairan Pulau Sugi, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (12/3). BL sebanyak 245.102 ekor berhasil diselamatkan dalam operasi pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (Jarkaplid) terhadap satu speed boat (SB) tanpa nama tersebut.

Tim F1QR Satgas Gabungan Koarmada I ini terdiri dari tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam; tim F1QR Detasemen Intel Koarmada I; tim F1QR Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I; dan tim F1QR Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam keterangannya menyebutkan, penggagalan penyelundupan ini bermula dari informasi yang diperoleh oleh Tim 2 dengan SB Hanoman dari Tim 1 yang bertugas di lapangan pada Selasa pagi. Disebutkan ada sebuah SB melintas masuk dari wilayah Batam menuju Singapura dengan kecepatan tinggi.


Setelah memperoleh informasi tersebut, Tim 2 segera melaksanakan persiapan dan memantau SB yang akan melintas di area lokasi yang direncanakan. Sesuai perkiraan, segera ketika SB melintas Tim 2 melakukan pengejaran dari perairan Pulai Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan.

Berdasarkan informasi yang dilaporkan, saat pengejaran terlihat 2 SB dengan laju kecepatan tinggi. Tim 2 memutuskan mengejar  satu SP bermesin 3 x 200 PK yang terpantau membawa barang bukti berupa coolbox sterofoam berwarna putih. Kalah cepat dan merasa terkepung, SP tanpa nama tersebut menabrakkan diri di ke daratan di area Teluk Bakau hingga kandas.

Akhirnya SB tanpa nama tersebut beserta barang bukti berupa 44 coolbox sterofoam berisi bibit lobster berhasil diamankan.

"Saya mengapresiasi sinergitas dan kerja sama yang baik petugas di lapangan sehingga berhasil menggagalkan tindakan ilegal penyelundupan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara yang besar ini," tutur Menteri Susi.

Dari hasil pemeriksaan, 41 coolbox sterofoam berisi 235.438 ekor BL jenis pasir. Sementara 3 coolbox lainnya berisi 9.664 ekor BL jenis mutiara.

Dengan asumsi harga lobster pasir Rp150.000 per ekor, maka lobster pasir yang berhasil diselamatkan bernilai Rp35,3157 miliar. Sementara, dengan asumsi lobster jenis mutiara seharga Rp200.000 per ekor, maka harga lobster mutiara yang berhasil diselamatkan Rp1,9328 miliar.

"Jadi kita berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sekitar Rp37 miliar lebih," lanjut Menteri Susi.

Menurut Menteri Susi, sesuai aturan untuk menjaga stok di alam, BL tersebut selanjutnya akan dilepasliarkan ke habitatnya. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) akan melepasliarkan BL tersebut di perairan Sedanau, Bunguran Barat, Natuna.

"Kita akan lepasliarkan di Sedanau, Natuna, nanti (red-Rabu 13/3) sore," tandas Menteri Susi. (adji/fik)
Reaksi: 

Related

daerah 778539640267585828

Jokorner App


Terbaru

Populer

Comments

item