Puasa dan Latihan Kesabaran


ADA begitu banyak hikmah dari pelaksanaan ibadah puasa (shaum) di bulan Ramadhan. Saya akan menyebut beberapa saja. 

Pertama, sebagaimana dinyatakan dalam hadits (lihat dalam kitab Biharul Anwar, juz 96, halaman255), puasa dapat menjadikan orang yang menjalankannya dengan benar menjadi sehat. 

Para ahli kedokteran mendukung hadits ini dengan argumen ilmiah.

Di luar bulan Ramadhan, kita sering mengkonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan melebihi kebutuhan tubuh kita. Konsekuensinya organ pencernaan kita dipaksa bekerja keras mencerna makanan dan minuman yang kita konsumsi secara berlebihan. Akibat dari “diforsir” organ pencernaan kita menjadi cepat “rusak”. 

Saat puasa, organ pencernaan kita “di service” karena untuk beberapa jam diistirahatkan dari aktifitas mencerna, sehingga kualitasnya dapat kembali optimal.

Kedua, puasa melatih kita untuk menjadi rendah hati. Kata Rasulullah SAW saat kita lapar kita dapat bersabar dan lebih rendah hati. Dan hikmah puasa yang paling tegas adalah yang dinyatakan oleh Allah SWT dalam Q.S. Al-Baqarah: 182 bahwa orang-orang beriman diperintahkan untuk berpuasa adalah agar mereka mencapai derajat taqwa, derajat tertinggi dari seorang manusia.

Seperti yang diajarkan Rasulullah SAW di atas dengan berpuasa orang-orang beriman dilatih untuk menjadi orang yang sabar. 

Tapi apakah arti dari sabar tersebut? Sabar adalah menahan diri dari sesuatu yang menjadi hak kita dalam situasi yang bersifat dilematis atau konfliktual. Suatu pagi saat kita hendak pergi ke kampus, tiba-tiba ada kendaraan lain menyalip kendaraan Anda secara sembrono demi menyerobot antrian dalam sutuasi lalu lintas yang padat. 

Anda berhak marah kepada si penyerobot, tapi Anda tidak lakukan karena jika Anda lakukan malah akan menambah macet lalu-lintas, dalam hal ini Anda telah menunjukkan sikap sabar.

Saat ini di tanah air kita sedang berlangsung pemilihan presiden yang saat ini tengah memasuki masa penghitungan suara. Kedua kubu kandidat mengklaim bahwa mereka telah memenangkan Pemilu berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei. 

Kedua kubu mengklaim hasil perhitungan mereka valid, ilmiah dan akurat. Anda tentu telah memilih salah satu dari kedua kandidat, Anda merasa perhitungan hasil Pemilu yang memenagkan “jagoan” Anda adalah benar, dan tentu jika Anda yang benar maka “mereka” yang salah. Terhadap perang urat syaraf yang dilakukan oleh “kubu lawan” Anda tidak perlu marah dan panik, melainkan menyikapinya dengan sikap sabar. 

Anda yakin Anda benar tetapi Anda tidak perlu “menyerang” kubu yang berbeda keyakinan dengan Anda dengan amarah.

Situasi Pemilu seperti saat ini mungkin membingungkan kita. Jika semuanya mengaku benar, lalu siapa yang salah? Ada kisah yang dapat kita teladani menyikapi hal ini. Yang saya maksud adalah peristiwa “Perang Shiffin” dimana umat Islam berperang satu dengan yang lainnya, kubu Ali bin Abi Thalib (khalifah keempat dari generasi khalifaur rasyidin, sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW) di satu sisi melawan kubu Mu’awiyah bin Abi Syufyan (sahabat Nabi SAW) di sisi lain.

Singkat cerita ketika pasukan ‘Ali bin Abi Thalib hampir memenangkan pertempuran, kubu Mu’awiyah mengikat mushaf-mushaf Al-Qur’an diujung tombak-tombak mereka pertanda permintaan menghentikan pertempuran. 

Demi perdamaian umat Islam, ‘Ali bin Abi Thalib yang secara resmi adalah khalifah, amirul mu’minin setuju untuk menghentikan perang. Meskipun kelak kita ketahui penghentian perang ini memunculkan kelompok baru yang justru sangat berbahaya, yaitu kaum Khawarij.

Pesan moralnya adalah, dahulukan kepentingan umum, kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan, di bulan Ramadhan yang mulia ini bersabarlah dalam menghadapi perbedaan pilihan politik.

Jika kedua kubu mengklaim berusaha memenangkan Pemilu untuk menuju Indonesia yang lebih baik, maka kita dapat berperasangka baik, bahwa siapapun yang terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden akan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga negara.
Wallahu ‘alam.

Dr. Arry Bainus, M.A.

Reaksi: 

Berita Terkait

pilihan 6081391198635157158

Terbaru






close





Populer

Comments




item