40 Persen DPD dan DPC Demokrat Setuju KLB Digelar


SEJAK wacana Kongres Luar Biasa (KLB) partai Demokrat kemarin  dilontarkan oleh Presidium Gerakan Moral Penyelamat Demokrat (GMPPD) hingga kini sudah 30-40 persen DPD dan DPC partai demokrat yang menyatakan dukungannya.

"Baru sehari kita gulirkan sudah 30 sampai 40 persen kawan-kawan daerah yang merespon digelarnya KLB itu," kata deklarator partai Demokrat Ronny Canra saat dihubungi Jum'at (14/6/2019).

Baca Juga: Kabarnya, Pendiri Demokrat Tengah Siapkan Kongres Luar Biasa

Kedepan, lanjut dia, pihaknya akan terus menginventarisir DPD dan DPC partai Demokrat yang setuju dengan KLB.

"Kita inventarisir terus kawan-kawan daerah yang setuju. Intinya bola sudah kita lempar," ujarnya.

Saat disinggung lebih jauh DPD dan DPD partai Demokrat mana saja yang setuju dengan diadakanya KLB dirinya enggan merinci lebih detail.

Baca Juga: Politisi Senior Tuntut KLB Partai Demokrat

"Sulawesi, Sumatera sudah setuju," pungkasnya.

Kemarin, Kamis (13/6/2019) GMPPD mendorong partai berlambang Mercy itu untuk menggelar KLB. Mereka menuntut penyelenggaraan KLB Demokrat paling lambat 9 September 2019.

Sebagai informasi, sejumlah politikus senior Demokrat tergabung di GMPPD, antara lain Max Sopacua, Ahmad Mubarok, dan Ahmad Yahya.

"Kami menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa," ucap Anggota GMPPD Max Sopacua ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

Baca Juga: Daripada Tunjuk Plt Ketua Umum, Demokrat Lebih Baik Gelar KLB

Max meyakini KLB Demokrat bisa menyelematkan nasib partai. Sebab, terjadi penurunan prestasi partai sejak Pileg diselenggarakan dari 2009 hingga 2019.

Tercatat, perolehan suara partai di Pileg 2009 mencapai 21,7 juta. Demokrat menjadi partai pemenang Pileg 2009. Perolehan Demokrat lantas menurun di Pileg 2014 dengan 12,4 juta suara dan menempati peringkat empat.

Puncak penurunan terjadi di 2019. Demokrat hanya mendapat 10,8 juta suara dan menempati peringkat ketujuh di Pileg 2019. (gus)
Reaksi: 

Berita Terkait

POLHUKAM 3052378773007069868

Terbaru






close





Populer

Comments




item