DPRD DIY Minta Kepsek SDN Karangtengah III Wonosari Cabut Surat Edaran Berjilbab


ANGGOTA DPRD provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Slamet mengaku kaget lantaran adanya surat edaran dari Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Karangtengah III, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul yang mengharuskan siswanya berjilbab atau pakaian muslim.

Menurutnya, sebagai sekolah milik pemerintah atau sekolah negeri tidak sepatutnya sekolahan tersebut menerapkan aturan seperti itu.

"Semestinya ketika itu sekolah negeri,  maka tak perlu aturan macam-macam cukup dengan aturan yang selama ini berlaku yang dibuat pemerintah," ujarnya, saat dihubingi, Selasa (25/6/2019).

Untuk itu, dirinya meminta Kepala Sekolah SDN Karangtengah III segera mencabut surat edaran tersebut.

"Suratnya sebaiknya dicabut saja,  dan tak sekedar di revisi," jelasnya.

Diapun berjanji akan berkordinasi dengan Dinas terkait dan pemerintah Kabupaten Gunungkidul agar masalah ini segera terselesaikan.

"Biar diselesaikan Bupati Gunungkidul bersama jajaranya. Mudah-mudahan segera diatasi," pungkasnya.

Surat edaran SDN Karangtengah III Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul
Kepala SDN Karangtengah III Pujiastuti mengeluarkan surat edaran pada 18 Juni yang memuat empat hal. Pertama, pada tahun pelajaran 2019/2020, siswa baru kelas I wajib memakai seragam muslim.

Kedua, siswa kelas II-VI belum diwajibkan berganti seragam muslim. Ketiga, pada tahun pelajaran 2020/2021 semua siswa wajib berpakaian muslim. Surat itu juga menyertakan contoh gambar pakaian muslim yang wajib dikenakan siswa.

Siswa putri wajib mengenakan jilbab, baju dan rok panjang. Adapun putra mengenakan baju pendek dan celana panjang.

Saat dihubungi wartawan, dirinya mengatakan surat edaran tersebut akan direvisi, hari ini.

Menurut dia, ada ketidaktepatan penyusunan kalimat sehingga surat edaran itu disalahpahami dan dikecam banyak pihak karena dinilai diskriminatif.

“Kami tidak ada tendensi mendiskriminasi siswa maupun casis [calon siswa] nonmuslim. Selasa pagi segera kami ralat dengan edaran yang meluruskan maksud edaran tersebut. Kami merasa belum tepat dalam memilih kata dan kalimat,” ujar Pujiastuti, Senin (24/5/2019) malam. (gih)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 1075862534234868472

Terbaru






close





Populer

Comments




item