Jika Tak Suka Pancasila Silahkan Hengkang dari Indonesia


KETUA Umum Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Dr Antonius Manurung menegakan, Ideologi Pancasilah sudah tuntas dan final bagi seluruh komponen bangsa Indonesia. Karena itu tidak perlu diperdebatkan.

"Jika tidak suka dengan ideologi Pancasila silahkan hengkang dari negeri ini, " tegas Anton dalam dialog memperingati hari Pancasila  yang ke 74 Tahun dan deklarasi berdirinya GPP, di Tugu Proklamasi, Jakarta.

Lebih lanjut, Anton menuturkan ideologi Pancasila tidak bisa diabaikan dengan ajaran Bung Karno (Soekarno) Marhaenisme. Menurutnya, Soekarno membuat gagasan yang luar biasa. Pasalnya diusia 26 tahun, di Ceregleg, Bandung Selata telah membuat gagasan pemikiran Marhaenisme.

"Bicara Pancasila tanpa Marhaenisme tidak kongkrit dan tidak pas. Selain itu, dua kekuatan yang dihadapi Indonesia kini yakni radikalisme dan kapitalisme," ujar alumni Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) asal Universitas Sumatera Utara itu.

Lanjut Anton, masyarakat Indonesia sudah tergerus dengan nilai-nilai kebersamaan yang tidak mencerminkan dengan ideologi Pancasila. Karena itu, menurut dia, perlu dilakukan pembumian nilai-nilai Pancasila bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Hadir dalam deklarasi GPP, Budayawan yang juga mantan pengawal pribadi Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid, Dr Zastrouw Al-Ngatawi, Sekretaris Dewan Pakar Persaudaraan Alumni GMNI Dr Andi Tyman Nitisastro.

Dan juga, Psikolog Tika Wibisono hadir membawakan puisi kebangsaan. Didukung Paduan Suara Merah Putih. Disertai doa bersama secara Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Konghucu, dan aliran kepercayaan.

Dalam kesempatan yang sama, Zastrouw mengingatkan, berdasarkan hasil lembaga survei Setara Institute menyebutkan, 10 penguruan tinggi negeri ternama Indonesia terpapar gerakan radikalisme.

"Ini sudah warning untuk pembersihan gerakan radikalisme di dalam kampus. Jika tidak diantisipasi maka akan menjadi bumerang bari negeri ini,"tutur Zastrouw.

Dia mengatakan, Pancasila tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Karena Pancasila adalah hasil pemikiran para pendiri bangsa dan tokoh-tokoh Islam. "Jadi kalau ada yang mengatakan bertentangan, karena paham Islamnya yang salah," ucap Zastrouw.

Selanjutnya, deklarasi ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng yang dilakukan Ketum GPP dan penandatangan spabduk dukungan terhadap ideologi Pancasila. (ral/fid)
Reaksi: 

Berita Terkait

POLHUKAM 599907530692335969

Terbaru






close





Populer

Comments




item