Pelaku Usaha Digital Ekonomi Singapura Diharapkan Kembangkan Smart Cities di Jabar


SEKITAR 30 orang penggiat Smart Cities Network dan digital economy, serta investor Singapura hadir pada kegiatan Smart Cities Business Models & Considerations, Zooming-in on Bandung-Indonesia, yang dilaksanakan di Spectrum Co-working Space, Singapura, 20 Juni 2019. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengundang partisipasi dan kerja sama pengembangan Smart City di Jawa Barat (Jabar) dan menawarkan beberapa proyek investasi seperti pengelolaan sampah, pengembangan kawasan industri dan industri terkait dengan pengembangan Smart City.

Dubes RI Singapura, Ngurah Swajaya, bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika-Pemerintah Provinsi Jabar, Setiaji, meyakinkan para pelaku Smart Cities Network, digital economy, serta investor Singapura mengenai peluang investasi di Jabar mengembangkan kota pintar.

Setiaji menjelaskan penduduk Jabar sebesar 48 juta orang dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5.64%, wisman 7.09%, industri 6.86%, kontribusi terhadap GDP sebesar 13%, dan Human Development Index (HDI) sebesar 70.69 (termasuk tinggi). Dengan pertumbuhan ekonomi dan HDI yang tinggi, Jabar, khususnya Kota Bandung, memiliki banyak SDM terampil sehingga mampu menarik minat berbagai perusahaan besar bahkan unicorn untuk memindahkan research & development centre-nya ke Bandung. Dengan berbagai pembangunan infrastruktur yang difokuskan ke pengembangan Smart Cities, Jabar menawarkan berbagai peluang kerja sama investasi, termasuk dalam skema Public Private Partnership (PPP). Salah satu pengalaman sukses PPP adalah pengembangan Lulut-Nambo yang merupakan proyek waste treatment yang mengkonversi limbah menjadi energi.   

Konektivitas juga bukan masalah lagi di Jabar dengan adanya bandara modern Kertajati dan pelabuhan Patimban. “Namun, yang terpenting dalam pengembangan teknologi dan Smart Cities adalah harus mampu mendukung program Pemda dalam memberikan pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat”, demikian ditambahkan Setiaji.

Sementara Dubes Ngurah Swajaya juga meyakinkan investor asal Singapura bahwa iklim investasi di Indonesia sangat kondusif dengan beberapa indikator positif seperti peningkatan indeks kompetitif tertinggi di Asia, investment grade meningkat dari BBB- menjadi BBB dan stabilitas politik serta pertumbuhan ekonomi di atas 5%. “Stabilitas politik terjaga baik dan keberhasilan pelaksanaan pemilu damai dan pembangunan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi beberapa faktor penunjang potensi investasi di Indonesia. Investasi asal Singapura merupakan yang tertinggi selama 5 tahun terakhir dan Jabar merupakan destinasi terbesar kedua setelah Jakarta. Total investasi Singapura di Jabar tahun 2018 sebesar USD 1.5 juta dengan 704 proyek, atau 17% dari total investasi Singapura ke Indonesia. Dengan kerja keras dan dukungan investor dalam pengembangan Smart Cities, Jabar bisa mengalahkan Jakarta sebagai tujuan investasi terbesar Singapura di Indonesia”, ujarnya.

Ditambahkan, “Jabar sebenarnya masuk dalam radar pengembangan digital economy Singapura mengingat memiliki banyak talenta potensial. National University of Singapore (NUS) dan Salim Group telah mendirikan Block71 di Bandung, Jogja, dan Jakarta yang merupakan start-up community dan business-hub. Bicara mengenai banyaknya SDM terampil di Indonesia, KBRI Singapura memiliki pengalaman kerja sama dengan Economic Development Board (EDB) Singapore untuk mengadakan coding hackathon di Batam tahun 2017. Dari 800 orang  yang mendaftar, telah lolos seleksi 518 peserta yang berpartisipasi (sekitar 60% berasal dari Kepri)”.

Diharapkan dengan adanya sinergi yang baik antara Indonesia dan Singapura, tujuan pengembangan Smart Cities dalam rangka memperbaiki taraf hidup masyarakat dan meningkatkan daya saing perekonomian daerah dan nasional dapat tercapai”, demikian ditegaskan Dubes Ngurah Swajaya. (fad)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 3180425370872509855

Terbaru






close





Populer

Comments




item