Tarif Parkir di Arena PRJ Terlalu Mahal


KETUA Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai tarif parkir di arena Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2019 terlalu mahal. Dia menganggap tarif tersebut juga tidak sebanding dengan fasilitas parkir yang disediakan di lokasi PRJ, kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Tarif parkir Rp30.000 per sekali masuk terlalu mahal. Itu sama saja menjadikan kenaikan tiket masuk secara terselubung,” kata Tulus melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Dia menuturkan, selain biaya parkir, pengunjung masih harus membayar tiket masuk arena PRJ Rp40.000 per orang. Itu berarti, pengunjung yang membawa mobil harus merogoh kocek paling sedikit Rp70.000.

Padahal, kondisi area parkir yang disediakan sangat tidak nyaman, terbuka, berdebu. Pengelola PRJ juga seakan tidak bisa menakar kapasitas arena PRJ dan area parkir, sehingga kendaraan dan pengunjung terus diterima masuk.

“Akibatnya, sulit mencari tempat parkir. Di dalam arena PRJ pun pengunjung penuh sesak, sangat tidak nyaman. Padahal, pengunjung sebagai konsumen sudah membayar parkir dan tiket masuk yang mahal,” tuturnya.

Tulus juga menyoroti fasilitas umum seperti toilet dan musala. Di arena PRJ, sangat sedikit penanda atau petunjuk arah untuk menuju ke tempat-tempat itu.

“Jadi, pengunjung harus mencari petugas untuk bertanya lokasi toilet dan musala. Belum lagi antrean panjang di toilet perempuan. Seharusnya, ketika pengunjung membeludak seperti itu, pengelola menyediakan toilet portabel,” ujarnya.

Menurut Tulus seperti dikutip inews.id, masih ada waktu sepekan bagi pengelola PRJ memperbaiki layanan dan kinerja. Pengelola jangan hanya memungut tarif parkir dan tiket masuk yang mahal, tetapi gagal membuat pengunjung merasa nyaman.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mengawasi pelaksanaan PRJ,” ucapnya. (kus)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 4208248762925297971

Terbaru






close





Populer

Comments




item