Keluarga Saudagar yang Membangun Peradaban


TAK ada yang menyerupai keluarga ini. Mereka tak hanya pernah paling kaya di seluruh Eropa. Mereka berkuasa secara politik dan agama. Dan mereka juga menumbuhkan peradaban. Adalah keluarga ini yang ikut membantu keuangan dan karya seniman besar Leonardo da Vinci, Michelangelo, ilmuwan Galileo Galilei, dan Machiaveli.

Tiga  keturunan keluarga ini menjadi Paus (Pope). Dua putrinya menjadi ratu dari dua raja Perancis. Keluarga mereka sendiri tumbuh menjadi penguasa di Florence Italia.

Memori ini yang saya ingat ketika datang ke Florence, Italia, Juli 2019. Kepada pemandu tur, sejak awal saya katakan bawa saya pada situs dan jejak keluarga Medici.

-000-

Begitu besar kuasa keluarga medici di abad ke 14 hingga ke 17. Kekuasannya melintasi batas kerajaan. Mereka kemudian dikenal dengan sebutan House of Medici.

Dinasti keluarga ini dibangun oleh Giovani di Bicci de’ Medici (1360-1462). Kejayaannya terus berlanjut ke anak dan cucu; Cosimo de Medici, Lorenzo de Medici, hingga ke generasi ke delapan: Marie de’ Medici (1575-1675).

Giovani memulai bisnis dengan usaha tekstil, berlanjut mendirikan Bank Medici. Ini dikenal sebagai bank terbesar di Eropa saat itu. Keluarga ini pula ikut membangun sistem akuntansi modern yang digunakan banyak bank hingga saat ini.

Cosimo selaku anak sang pendiri, tak hanya meluaskan bisnis sang Ayah. Ia juga memulai kegiatan philantrophy ikut membangun peradaban. Tradisi derma untuk peradaban kemudian diteruskan keluarga Medici turun temurun.

Galileo Galilei seorang raksasa ilmuwan di zamannya. Baik Albert Einstein ataupun Stephen Hawking menyebut Galileo sebagai bapak ilmuwan modern. Galileo termasuk yang pertama membuat kesimpulan ilmiah berdasarkan observasi dengan menggunakan teknologi.

Di eranya, Galileo merakit teleskop dengan kekuatan yang berlipat. Ini yang sangat membantu Galileo dapat mengobservasi bintang dan bulan di langit. Kemampuan observasi itu tak penah ada sebelumnya.

Galileo banyak menemukan benda langit yang baru. Benda langit pertama yang ia temukan ia namakan Medici. Ia dedikasikan penemuan besarnya kepada keluarga Medici.

Ahli sejarah segera memahami betapa keluarga medici oleh Galileo sendiri dianggap berjasa membantu penelitiannya. Galileo sendiri menjadi mentor bagi banyak keluarga Medici.

Tak hanya Galileo, tapi juga Machiaveli. Buku politik terkenal The Prince dianggap sebagai kitab suci politik realisme modern.  Machiaveli juga mendedikasikan buku itu kepada keluarga Medici.

Michelangelo tak melupakan keluarga Medici. Sejak kecil ia diajak tinggal bersama keluarga ini. Ia dibiayai untuk sekolah lebih lanjut. Kesempatan Michelangelo untuk melukis Sistine Chapel Ceiling dan menjadi arsitek gereja paling historik St Peter Basilica karena dukungan keluarga Medici.

Tak hanya Michelangelo, juga Leonardo da Vinci. Perupa Monalisa itu jarang yang tahu juga termasuk pemula studi diet Vegetarian. Aneka riset Leonardo, di samping soal lukisan, juga ditopang keluarga Medici.

-000-

Ketika pohon tumbuh tinggi, semakin kencang pula badai menerpa. Aneka rumor berkembang mengenai sisi hitam keluarga Medici. Dimulai dengan rumor soal adik dan kakak putra Cosimo bertengkar. Anak yang lebih tua membunuh adiknya. Sang Ayah marah dan kemudian membunuh putra tertua itu.

Saya sempat menonton film dokumentari anthropologi yang menggali makam keluarga Medici. Tulang belulang keluarga ini direkonstruksi dan dianalisa untuk memverifikasi aneka rumor sejarah.

Hasilnya, para ahli membantah rumor itu. Kematian anak Cuomo itu bukan karena dibunuh kakaknya, tapi sakit malaria.

Yang membuat keluarga Medici akhirnya memudar bukan konflik keluarga internal. Tapi zaman yang berubah. Persaingan bisnis dan politik semakin ketat. Perlahan- lahan Bank Medici ambruk. Padahal bank itu sumber utama penghasilan keluarga.

Kekuasan keluarga ini di Perancis, dan Florence, juga di Vatican juga dikalahkan oleh para tokoh dari zaman yang berbeda.

List yang dibuat Majalah Forbes tentang keluarga terkaya dalam 10 tahun terakhir, tak ada lagi nama keluarga Medici.

Sore hari di Michelangelo Square (Piazalle Michelangelo), di Florence, lama saya merenung. Pemandangan kota Florence sangatlah indah dilihat dari ketinggian.

Kota ini meninggalkan kesan mendalam di hati saya. Bukan saja karena keindahan kota yang luar biasa. Tapi kota ini menyimpan kisah sebuah keluarga yang sangat unik, yang sangat peduli, yang sangat berperan membangun peradaban.

Sebuah keluarga boleh saja sangat berkuasa. Namun hukum perubahan zaman selalu lebih berkuasa. Zaman  baru tanpa hati akan menggilas siapapun tak peduli ia baik atau buruk, ia berjasa atau tidak, jika mereka tidak menyesuaikan diri dengan permainan yang berbeda. (kilan)

Penulis adalah Denny JA konsultan politik dan pendiri LSI.
Reaksi: 

Berita Terkait

pilihan 1035265792449502685

Terbaru






close





Populer

Comments




item