Sleman Lakukan 3 Hal Ini Antisipasi Kekeringan


PEMERINTAH Kabupaten Sleman menyatakan sudah menyiapkan antisipasi siklus kekeringan yang kerap terjadi di daerah Prambanan bagian atas. Saat ini sedang diupayakan inventarisasi sumber-sumber mata air dan penanaman bibit-bibit pohon  yang bisa mengikat air, serta penyiapan ruang terbuka hijau.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Sumadi menjelaskan pihaknya sudah mengantisipasi siklus kekeringan tersebut. 

"Pertama, kesiapan teman-teman yang ada di daerah, misal baru saja di Prambanan yang mengalami kekeringan. Kita mencoba aparat yang di sana untuk menginventarisasi kemungkinan sumber-sumber mata air yang bisa dibangun," jelasnya di ruangan kerjanya, Kamis 4 Juli 2019.

"Kesiapan BPBD Sleman juga sudah disiapkan dengan anggaran di APBD. Karena itu rutin, teman-teman di lapangan sudah mengantisipasi itu," imbuhnya.
Untuk prioritas penanganan, Sumadi menyebut di daerah Prambanan, Gayamharjo dan Wukirharjo, termasuk wilayah di Utara seperti Cangkringan sebelah timur. 

"Untuk dropping air sekitar 300 tangki dan bisa bertambah untuk Prambanan. Untuk daerah lain juga kita antisipasi, tapi tidak separah Prambanan karena siklus rutin karena kontur daerahnya yang tinggi, serta tanah kapur (gamping) yang resapannya airnya kurang," bebernya dikutip bernas.id.

"Kita juga akan coba menanam tanaman-tanaman yang bisa mengikat air. Yang penting kita imbau agar masyarakat tidak mudah menebang pohon. Kita harus memberi pengertian kepada masyarakat," tambahnya.

Selain itu, Sumadi juga mengatakan pihaknya sedang menyiapkan kawasan ruang terbuka hijau (RTH). 

"Banyak itu ruang-ruang terbuka di lereng-lereng, terutama untuk tanah-tanah kas desa. Kita kendalikan agar tidak digunakan untuk pembangunan yang tidak meresap air, misal pembangunan gedung. Kalau untuk ekowisata, masih bisa," terangnya.

"Idealnya untuk RTH sekitar 30 persen, tapi belum bisa mencapai angka itu karena tanah kita terbatas, lalu harga tanah di daerah Sleman yang tinggi," tambahnya.

Sedangkan, Joko Supriyanto, Kepala BPBD Sleman mengatakan untuk Sleman, sementara ini memiliki target untuk zero dropping. 

"Saat ini belum ada permohonan untuk permintaan air karena untuk Sleman bagian di Prambanan yang biasanya kekeringan diupayakan penambahan sumur-sumur bor, kemudian ada organisasi pompa air," katanya.

"Nah itu dimaksimalkan untuk bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat Prambanan bagian atas," imbuhnya.

Untuk daerah Gamping, Balecatur yang ada di pegunungan, Joko menginformasikan bahwa daerah tersebut sudah terjangkau PDAM sehingga tidak perlu dropping air. Sedangkan untuk antisipasi kekeringan air, ia menyebut pihaknya sudah menyiapkan 75 tangki air. 

"Kalau tidak cukup, kita ada persiapan tambahan 200 tangki," ujarnya.

Ia mengatakan kalau untuk 75 tangki air bila dirupiahkan, senilai 15 juta. Mekanisme permintaan dropping air, masyarakat harus meminta dulu jika mengalami kekeringan, sebab jika tidak ada permintaan air, dianggap tidak mengalami kekeringan. (fula/sep)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 5427467986151177928

Terbaru






close





Populer

Comments




item