Tips Beradaptasi dan Mengatasi Culture Shock Ketika Tinggal di Dubai


DUBAI merupakan salah satu Emirate dari 7 bagian Emirat di negara Uni Emirat Arab. Terletak si sepanjang pantai selatan teluk Persia di Jazirah Arab. Banyak yang mengira Dubai adalah merupakan sebuah negara, tetapi ternyata tidak.

Ada 7 bagian di negara Uni Emirat Arab antara lain adalah Abu dhabi, Ajman, Dubai, Fujairah, Ras Al Khaimah, Sharjah, dan Umm Al-Quwain. Abu Dhabi sendiri adalah merupakan ibu kota Dubai. Banyak juga yang beranggapan bahwa Dubai menjadi kota kaya karena berada di Teluk Arab yang memiliki sumur minyak bumi yang melimpah, namun anggapan kebanyakan orang itu salah, karena pendapatan kota yang menyumbang sekitar $1, 000,000,000,000 bagi pendapatan negaranya ternyata berasal dari bisnis real estate, perusahaan penerbangan, dan pelabuhan.

Dubai bisa dibilang salah satu yang paling berkembang dan modern di banding dengan emirate linnya. Pemandangan yang indah dengan gedung-gedung pencakar langit dan hotel-hotel mewah yang megah menjadikan Dubai menjadi tujuan pariwisata terbesar setiap tahunnya.

Pantai yang bersih, beragam tempat hiburan seperti taman bunga, taman bermain, mall, dan yang salah satu gedung terkenal lainnya yaitu Burj Khalifa membuat Dubai menjadi daya tarik tersendiri oleh para wisatawan/perantau.  Sejak berdirinya Burj Khalifa, pariwisata di Dubai makin melonjak naik setiap tahunnya .

Penduduk di Dubai berasal dari berbagai macam negara. Namun penduduk terbesar sebanyak kurang lebih 77% adalah berasal dari India, diikuti dengan Bangladesh dan Pakistan. Selebihnya sebanyak 23% adalah penduduk lokal.
Uni Emirat Arab tidak akan dengan mudah memberikan passport atau kewarganegaraan manapun meskipun mereka tinggal dan hidup di Dubai lebih dari 15 tahun, begitupun jika salah satu anggota anda melahirkan di kota ini.

Dubai memiliki iklim padang pasir yang panas dan dua musim yang berbeda yaitu musim panas dan dingin. Musim panas biasanya dimulai sekitar bulan April dan berakhir sekitar minggu pertama bulan oktober.

Banyak wisatawan yang  menyukai kota Dubai sehingga membuatnya selalu ingin kembali dan  bahkan ingin menetap di Dubai lebih lama dengan cara berlibur lebih lama atau mencari pekerjaan di Dubai. Sayangnya beda budaya pastinya akan menimbulkan  gegar budaya atau biasa disebut Culture Shock.

Berikut adalah Tips  cara mengatasi Gegar Budaya ( Culture Shock) di Dubai:

1. Mencari Tahu Sebanyak Mungkin
Mencari tahu sebanyak mungkin Sebelum memutuskan untuk pindah ke Dubai, ada baiknya untuk mencari tau lebih banyak tentang apa yang terjadi di kota ini. Mencari tahu tentang “do and don’t’s” ketika menginjakan kaki di Dubai, serta budaya dan kebiasaan masyarakat di Dubai. Karena Dubai merupakan negara muslim, maka banyak sekali hal yang boleh kita lakukan dan yang tidak boleh, seperti contohnya di Dubai dilarang untuk mengumpat. Mungkin jika kita pergi liburan ke negara Eropa, tidak sengaja di sepanjang jalan kita sering mendengar anak-anak remaja mengumpat ke teman lainnya dan bermaksud bercanda. Tetapi tidak di Dubai, walaupun bertujuan untuk bercanda, jika mungkin akan terdengar oleh masyarakat lokal dan mereka tidak menyukainya, maka mereka berhak melaporkan diri kita ke polisi dan akan ada hukuman untuk hal ini.

Hal yang  tidak boleh dilakukan di Dubai lainnya adalah memamerkan kemesraan di hadapan publik. Mungkin Dubai 10 tahun lalu menerapkan hal ini terlalu ketat, tetapi tidak semua peraturan yang diterapkan Dubai akan selalu di ikuti oleh semua orang.  Pada kenyataannya seiring berkembangnya kota ini dan semakin banyaknya pendatang dari berbagai negara, Dubai menjadi lebih open minded dan kita bisa melihat beberapa orang bergandeng tangan bersama, berpelukan, namun untuk mencium bibir masih dianggap tabu di kota ini.

Dubai juga memiliki peraturan ketat tentang alkohol, yaitu alkohol hanya boleh di konsumsi di dalam hotel. Jika anda tidak sengaja membawa alkohol diluar hotel, maka bersiaplah dengan denda atau hukuman yang telah ditetapkan.

2.  Memiliki Pemikiran Terbuka
Ketika pindah ke suatu tempat yang baru biasanya kita akan mulai membandingkan kebiasaan yang sering kita lakukan di negara asal kita dengan negara baru yang kita tempati. Mungkin secara otomatis melihat sesuatu yang berbeda menjadi hal yang salah. Tidak menjudge atau menghakimi seperti ini akan memungkinkan kita untuk menjadi pengamat yang objektif dan akan membuat proses pemahaman budaya baru tersebut akan semakin mudah.

3. Menyibukan Diri dengan Berbagai Kegiatan
Menyibukan diri dengan beberapa kegiatan Pada waktu luang mungkin bisa kita manfaatkan untuk bernostalgia dengan cara menelpon teman lama di Indonesia atau mungkin mencoba untuk pergi ke beberapa restaurant Indonesia. Di dubai sendiri pilihan untuk menikmati makanan Indonesia sangatlah beragam. Mulai dari rasa makanan yang berasal dari Betawi, Padang, Jawa maupun Bali semuanya bisa ditemui di Dubai dan dengan harga yang sangat terjangkau.

Dengan pergi ke restaurant Indonesia terkadang tanpa sengaja kita akan mendapatkan teman yang berasal dari tempat yang sama. Berkenalan, memulai percakapan, dan akhirnya bertukar nomer telepon dan pada akhirnya pertemanan berlanjut.

4. Terlibat dengan kegiatan lokal
Kita harus mendorong diri kita sendiri untuk mencoba membuat teman baru. Berteman dengan orang lokal juga bisa membantu kita untuk mempelajari dan memahami berbagai budaya baru. Menjadi pasif dan hanya diam dirumah tidak akan mengobati rasa kangen rumah asal kita atau “homesick”.

Dengan mengikuti event – event lokal seperti pertandingan sepak bola, bazaar, festival music, atau biasanya pada saat bulan ramadan di Dubai selalu menggelar Iftar (buka puasa) bersama yang sering disebut Majlis. Dimana kita bisa menikmati makanan khas timur tengah seperti nasi kambing kebuli dan pilihan makan lainnya.

5. Melihat keadaan sekitar
seperti orang asli (lokal) Pasti banyak hal yang tidak kita mengerti atau sukai dari budaya baru. Tapi sebelum menghakimi, cobalah untuk melihatnya dari sudut pandang orang lokal. Daripada menghakimi atau mencerca, cobalah untuk bertanya dan memahami. Pengertian seperti ini dapat berakibat baik dalam kesehatan mental dan kebahagiaan kita selama ada ditempat ini.

6.  Belajar Bahasa Lokal
Banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dalam menguasai beberapa bahasa. Belajar bahasa bisa menjadikan kita dengan mudah menggengam dunia. Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan oleh orang lokal di Dubai. Namun karena begitu banyaknya pendatang dari berbagai negara, maka bahasa inggrislah yang digunakan untuk bahasa sehari-hari. Namun tidak ada salahnya untuk belajar bahasa Arab. Selain bisa memberikan kita kemudahaan untuk berkomunikasi dengan warga lokal, orang yang bisa berbahasa arab sendiri akan dengan mudah mendapatkan perkerjaan di Dubai.

7. Mencari Rasa Stabilitas
Setelah tinggal cukup lama di suatu tempat, pada akhirnya kita akan mengerti bagaimana caranya untuk menghadapi kehidupan sehari-hari di negara tersebut. Kita sudah mulai tahu kemana seharusnya kita pergi pada setiap akhir pekan, dimana restaurant yang enak dan murah, pantai dengan pemandangan yang indah dan lain sebagainya. Ini artinya kita telah beradaptasi. Jika kita sudah merasakan stabilitas ini, maka kita akan bisa merasakan kesuksesan dalam beradaptasi dengan budaya baru.

Dubai  menjadi kota teraman, pada tahun ini Uni Emirat Arab secara resmi menempati peringkat tempat teraman di Dunia, menurut sebuah studi baru setelah peringkat pertama ditempati oleh New York City. Menurut indeks agenda nasional 96,1 % orang merasa aman berjalan di luar rumah pada malam hari.

Hal ini dikarenakan undang-undang dan peraturan di Dubai sangat ketat, maka tak heran jika Dubai terkenal dengan FBI ada dimana-mana sehingga kejahatan kecil jarang terjadi dikota dengan begitu banyak kemegahan, kekayaan dan menghasilkan perbedaan. (liv/Gus)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 3047956877309995541

Terbaru






close





Populer

Comments




item