Gejolak Daerah Adalah Bom Waktu


RENTETAN peristiwa-peristiwa yang terjadi bekakangan ini di daerah-daerah adalah sebuah signal terkikisnya moral, budaya dan nilai-nilai kemanusian.

Ironis, jika rentetan peristiwa demi peristiwa tersebut hanya dianggap sebagai gerakan politik biasa di alam demokrasi.

Demikian dikatakan Penanggung jawab tunggal Aliansi Relawan Jokowi atau ARJ Haidar Alwi Senin (19/8/2019).

Menurutnya, menghalalkan kekerasan dalam setiap aksi sama seperti cara yang dipakai oleh gerombolan intoleransi, radikalisme dan terorisme adalah tidak benar. Dan, itu tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

Sama seperti peristiwa aksi sekelompok mahasiswa yang membakar polisi dengan sengaja di daerah. Dan, alam demokrasi jelas dimanfaatkan oleh mereka untuk melahirkan tindakan tidak manusiawi.

"Bukan saja sekelompok kecil mahasiswa yang secara bersama-sama melakukan tindakan tidak manusiawi. Karena, sebelumnya ada persitiwa didaerah lain dimana kantor polisi diserang secara individu," jelasnya.

Itu adalah satu bukti bahwa aksi biadab tidak manusiawi dapat dilakukan bukan saja secara bersama-sama oleh kelompok kecil. Tetapi, seorang indvidupun juga bisa melakukannya tanpa ragu.

"Cukup panjang jika kita urai satu persatu peristiwa tidak manusiawi yang telah mencederai nilai kemanusian".

Terakhir, lanjut Haidat, letupan di Papua yang konon diakibatkan oleh diskriminasi beraroma ras terhadap mahasiswa Papua di kota-kota Jawa Timur.

Peristiwa yang terjadi di Papua membuat kita tersentak pada ingatan masa lalu. Dimana, pada 19 Januari 1999 terjadi kerusuhan yang beraroma SARA Di Maluku. Dan, ironisnya sampai saat ini dalang konflik di Maluku tidak pernah di ungkap apalagi dipenjarakan.

"Jika dibiarkan, gesekan demi gesekan akan melahirkan api pada akhirnya. Dan, sikap tegas diperlukan saat ini agar api itu berkobar akibat gesekan berikutya," ujarnya.

Para tokoh masyarakat dan elite politik sebaiknya tidak perlu membuat pernyataan yang justru pada akhirnya membuat situasi semakin membara.

Rakyat sebaiknya membentengi diri untuk tidak terprovokasi dengan berbagai bumbu yang dicampur dalam gorengan pihak-pihak yang akan di untungkan jika terjadinya aksi kekerasan secara horizontal.

Karena, masih menurut dia, jika bom waktu meledak di daerah-daerah maka pihak yang paling dirugikan adalah rakyat kecil. Dan, pihak yang paling diuntungkan adalah pihak-pihak yang sering melakukan  transaksi bisnis SARA di Indonesia.

"Jadi, kita sebagai rakyat Indonesia harus menggunakan telinga untuk mendengar secara seksama. Dan, menggunakan mata untuk melihat dengan jeli. Serta, mari kita gunakan mulut kita untuk berbicara dengan bahasa kebenaran," pungkasnya. (silsia)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 6430623102269741344

Terbaru






close





Populer

Comments




item