Gerai Roda Indonesia Pertama di Mesir Diresmikan


DUTA Besar LBBP RI untuk Mesir, Helmy Fauzy bersama Shehata Hammad, CEO Ashrafco for Trade, importir roda  kendaraan Indonesia  dan Dicky Mursalie, Direktur Marketing PT Elang Perdana Tyre Industry membuka secara resmi gerai roda kendaraan Indonesia untuk pertama kalinya di Mesir yang ditandai dengan pengguntingan pita. Lokasi gerai roda kendaraan berada di Distrik Nozha El Gadida, Cairo.

"Atas nama perwakilan pemerintah Indonesia di Mesir, saya mengucapkan terima kasih atas segala dedikasi, usaha, kerja keras dan loyalitas yang telah dibangun oleh Mr Shehata Hamad selaku pendiri Perusahaan Ashrafco, yang telah merintis usaha roda dan pelek kendaraan sejak 1986. Usaha yang terus menerus dibangun dan saat ini dipegang oleh penerus perusahaan Ashrafco dapat membuahkan hasil yang gemilang," ungkap Dubes Helmy Fauzy 22 September 2019.

Perekonomian Mesir yang terus berkembang pesat sudah tentu menawarkan potensi besar dalam sektor perdagangan, pariwisata dan investasi. Di tengah kelesuan perekonomian global, Biro Statistik Mesir memberikan laporan pertumbuhan ekonomi mesir di tahun 2018 mencapai 5,5 persen. Bahkan  analisa World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi Mesir di tahun 2019 mampu mencapai 5,9 persen.

Proyeksi positif ini jelas merupakan indikasi keberhasilan agenda reformasi ekonomi yang digalakkan Pemerintah Mesir dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini juga ikut memberikan kontribusi besar terhadap perbaikan iklim usaha dalam negeri khususnya dalam meningkatkan aktivitas industri, investasi, ekspor dan impor.

Selain itu, perdagangan Mesir saat ini banyak memberi warna dalam perdagangan dunia, diantaranya Mesir telah berada pada peringkat ke 66 peta ekspor dunia.  Total ekspor Mesir pada tahun 2018 senilai USD 30 miliar dengan 5008 item produk yang diekspor ke 172 negara.

Perdagangan Mesir didukung dengan 74 kesepakatan perdagangan bebas seperti Uni Eropa,  negara negara Amerika Selatan, Uni Afrika, mampu menghadirkan produk Mesir dengan tanpa bea masuk. Selain itu produk ekspor impor semakin mudah dengan arus lalu lintas barang dan komoditi ke 2262 pelabuhan dengan total 3504 pelabuhan internasional.

Program reformasi ekonomi Mesir dengan perdagangan bebas menjadikan pasar Mesir sebagai pasar garda depan dan investasi di Afrika. Pasar yang menjanjikan di benua Afrika.

Bagi Indonesia, Mesir merupakan salah satu mitra dagang non-tradisional yang penting. Tidak hanya itu, Mesir juga merupakan negara potensial untuk menjadi entry point bagi produk Indonesia guna memasuki benua Afrika.

Dalam catatan Biro Statistik Mesir, volume total perdagangan Mesir dengan Indonesia pada periode Juni 2019 tercatat sebesar USD 669,49 juta naik sebesar 8,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang tercatat sebesar USD 617,37 juta. Ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Juni 2019 mencapai USD 602,62 juta atau naik 6,26 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar USD 567,14  juta.

Kenaikan juga tercatat pada sektor impor Indonesia dari Mesir. Pada periode Juni 2019, impor Indonesia dari Mesir mencapai USD 66,86 juta atau naik 33,11persen dari tahun 2018 yang mencapai USD 50,23 juta.

Ekspor utama Indonesia ke Mesir antara lain kelapa sawit & turunannya, kopi, ban, karet,  produk kerajinan dan  rempah-rempah. Sedangkan impor utama Indonesia dari Mesir adalah fosfat, pupuk kimia, hasil pertanian dan perkebunan berupa buah-buahan, dan kurma.

"Pada hari ini kita menyaksikan peresmian show room pertama Indonesia di Mesir untuk produk ban kendaraan Accelera yang diproduksi PT Elang Perdana Industry," terang Dubes Helmy.  "Kita harapkan dengan adanya show room ban Indonesia ini, warga dan masyarakat Mesir makin cinta dengan produk-produk unggulan Indonesia," Dubes Helmy menambahkan.

Dicky Mursalie, Direktur Marketing PT Elang Perdana Tyre Industry menerangkan, Accelera selama ini membidik para pemilik kendaraan yang memiliki  hobi modifikasi roda kendaraan. PT Elang Perdana Industry memiliki 1.000 model roda kendaraan yang dapat digunakan untuk berbagai type seperti passenger car, run flat, steet legal, rally, winter, all season, studded winter, SUV 4×4, light truck, hingga ATV.

 "Keberadaan KBRI Cairo memberikan pendampingan kepada kami sejak awal masuk produk Accelera di tahun 2004. Hingga saat ini hasilnya benar benar kami rasakan. Duta Besar juga kami anggap  sebagai orang tua kami," ujar Dicky yang berharap tahun mendatang gerai Accelera bisa dibuka di seluruh wilayah Mesir.

Mesir merupakan Negara berpenduduk terbesar diantara negara-negara Arab lainnya, dengan pertumbuhan populasi rata-rata 2,45% atau 2 juta per tahun, dimana jumlah penduduk saat ini 99,317 juta jiwa (22 September 2019). Populasi rakyat Mesir akan melampaui 100 juta jiwa pada awal 2020 dan mencapai 117 juta pada 2030. Hal ini menjadikan Mesir negara ke-15 terbesar di dunia dalam hal jumlah penduduk. Ini juga yang membuat Mesir sebagai salah satu pasar produk komoditas dan manufaktur, termasuk roda kendaraan dan vleg yang paling cepat berkembang di dunia.

Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi memaparkan, impor produk roda kendaraan Mesir dari dunia tahun 2014 – 2018 berfluktuasi secara dinamis. Pada tahun 2018 impor produk ban Mesir dari dunia sebesar USD 545,94 juta atau naik sebesar 21% dibanding tahun 2017 sebesar USD 451,17 juta.  Lima negara utama pemasok produk ban ke Mesir pada 2018 telah menguasai pasar ban di Mesir yaitu dari negara-negara Thailand   (pangsa pasar  22,12%), China (21,19%), Turki (12,79%), Jepang (9,96%)  serta Indonesia (pangsa pasar 7,56%).
Impor produk roda kendaraan (HS 4011) dari Indonesia di tahun 2018 sebesar USD   41,26 juta naik 45,06% dibanding tahun 2017 (USD  28,44 juta).

Produk-produk kendaraan Indonesia yang banyak diminati oleh konsumen kendaraan di Mesir di tahun 2017 adalah HS 4011100000; roda bertekanan, dari jenis yang digunakan untuk kendaraan bermotor (termasuk station wagon dan mobil balap) sebesar USD 31,64 Juta (dengan pangsa pasar 18,32%), dan HS 4011200090 ban kendaraan truk dan pick up sebesar USD 2,62 juta (dengan pangsa pasar 10,36%).

Produk roda kendaraan bermotor buatan Indonesia yang telah beredar di pasar Mesir  terdiri dari 6 (enam) merek yaitu PT. Gajah Tunggal, PT. Multistrada Arah Sarana, PT. Elang Perdana Tyre Industry, PT Industri Karet Deli, PT Bridgestone Tire Indonesia, PT Hankook Tire Indonesia. Keenam produk roda kendaraan Indonesia tersebut sudah diminati oleh konsumen kendaraan penumpang dan barang di Mesir, dan kualitas dari produk roda tersebut sudah memenuhi standar ketentuan pemerintah Mesir.

"Ekspor produk roda kendaraan Indonesia pada tahun 2018 menempati posisi urutan ke-5 dari negara-negara pengekspor produk roda kendaraan ke Mesir. Negara pesaing utama Indonesia untuk produk roda kendaraan (HS 4011) adalah Thailand dengan pangsa pasar 22,12%, RRT 21,19%, Turki 12,79%, dan Jepang 9,96%.  Sedangkan untuk pesaing ekspor produk roda kendaraan dari negara ASEAN adalah Thailand dengan pangsa pasar 22,12%, Vietnam  2.78%, dan Malaysia  dengan pangsa pasar 0.15% serta untuk emerging market dari India dengan pangsa pasar 5,70%.," ungkap Irman yang pernah bertugas di ITPC Johannesburg.

Penting untuk diketahui, Pemerintah Indonesia akan menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 pada 16-20 Oktober 2019 mendatang di Indonesia Convention Exhibition, Bumi Serpong Damai (ICE-BSD), Tanggerang, Banten, “Moving Forward To Serve The World”.

Kegiatan ini akan menghadirkan lebih dari 100 produk dan jasa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi seperti kuliner nusantara, produk kerajinan, furniture, manufaktur, dan produk unggulan lokal lainnya. Setiap hall akan dilengkapi dengan buyer service area yang selalu siap melayani.

Acara ini juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan, seperti Trade, Tourism and Investment Forum serta penganugerahan Primaduta Award bagi buyer yang memiliki loyalitas, komitmen, dan kinerja dalam peningkatan volume perdagangan Indonesia keIuar negeri.

Diharapkan pada TEI 2019 mendatang, ASHRAFCO dan PT Elang Perdana Tyre dapat kembali mengulang keberhasilan dengan penandatanganan kontrak pembelian produk ban untuk tahun 2020 dengan nilai volume yang signifikan.

“Semoga kehadiran kita dalam peresmian gerai  ACCELERA ini dapat menjadi pertanda baik, bahwa Mesir adalah negeri yang memiliki potensi besar untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat kedua negara. Saya berharap ke depan kita dapat berinteraksi lebih intens di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. KBRI Cairo selalu terbuka untuk membantu saudara semua dalam menjalin  hubungan bisnis dengan Indonesia. Dalam setiap kesempatan, saya menyampaikan pintu ruangan saya selalu terbuka bagi para pelaku usaha di Mesir. Saya adalah Duta Besar Indonesia di Mesir dan Anda adalah duta produk Indonesia di Mesir. Akhir kata, saya ucapkan Selamat dan Sukses untuk Ashrafco dan PT Elang Perdana Tyre Industry dalam berbinis dengan Indonesia," tutup Dubes Helmy.
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 1834603216066262345

Terbaru






close





Populer

Comments




item