Jokowi Diingatkan Tak Anggap Remeh Masalah Papua


TOKOH buruh Muchtar Pakpahan ingatkan Presiden Joko Widodo untuk tidak memandang remeh persoalan Papua. Muchtar melihat Jokowi, panggilan Presiden Joko Widodo itu, adalah presiden yang paling banyak berkunjung ke tanah Papua.Ketimbang Presiden Indonesia sebelumnya.

Namun, bagi Muchtar kunjungan orang nomor satu itu ke tanah Papua bukan berarti keberpihakan terhadap masyarakat Papua. Karena sampai saat ini sebanyak 78 % masyarakat Papua mengalami buta huruf.

"Penduduk Papua sebanyak 78 % mengalami buta huruf. Pemerintah tidak menjalankan amanat konstitusi Pasal 31 UUD 1945. Untuk mengatasi ini Presiden Jokowi harus memberikan kebijakan khusus, bukan kebijakan normal," ujar Muchtar dalam diskusi Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI), Jakarta, Sabtu (28/09/2019).

Hadir Ketua Umum PP GMKI Corneles Galanjinjinai, Anggota DPR RI Martin Hutabarat dan Guru Besar Universitas Hasanudin Marthen Napang. Dimoderatori Sekretaris Fungsi PP GMKI Christian Patricho Adoe.

Lebih lanjut Muchtar mengatakan, untuk mengatasi buta huruf maka Jokowi menciptakan guru dari masyarakat Papua sendiri. "Presiden Jokowi harus didik orang Papua menjadi guru," tegas Muchtar.

Dia mengemukakan, sampai saat ini pasar-pasar di Tanah Papua dikuasai pendatang. Sementara orang Papua terpinggirkan. "Tidak ada pedagang Papua. Yang ada Bugis, Makasar, Manado dan Batak. Jika ini tidak dibenahi maka akan menjadi warning," tambah Muchtar.  (lian/fika)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 561789518810996823

Terbaru






close





Populer

Comments




item