KIB Minta Polisi Usut Kematian Mahasiswa Halu Oleo Saat Demo


SALAH satu organ pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi sejak tahun 2014 Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Randi (21) dan M Yusuf Kardawi (19) mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, Randi tewas diduga akibat terkena peluru aparat saat melakukan aksi demontrasi di depan gedung DPRD setempat kemarin.

Sedangkan, Kardawi meninggal dunia dinihari tadi sekitar pukul 04:17 di RS Bahteramas Kendari. Kematian, Kardawi tersebut dibenarkan Plt Dirut RS Bahteramas, dr Sjarif Subijakto.

"Innalaillahi wa inna ilaihi rojiun. Tn. M Yusuf, post craniectomy kemarin malam yang dirawat di ICU telah meninggal sekitar pukul 04.17 Dok," terang dr Sjarif melalui pesan tertulis, Jumat (27/9/2019).

KIB meminta polisi mengusut secara tuntas kasus kematian tersebut. "Kami minta kepolisian mengusut kematian keduanya secara tuntas," kata Abdul Haris Balubun, S.H., Anggota Bidang Advokasi Hukum Masyrakat DPN KIB Jumat (27/9/2019).

Dirinya mengingatkan agar polisi tidak menggunakan peluru karet maupun tajam saat menghadapi pendemo di lapangan.

"Sesuai intruksi Kapolri tidak ada anggota polisi yang menggunakan peluru saat berhadapan dengan pendemo," jelasnya.

Dengan diusut dan autopsinya kematian Randi, lanjut dia, akan terkuak apa yang melatar belakangi kematian. "Apakah terkena peluru aparat atau bukan".

"Kalaupun Randi benar-benar tewas akibat peluru dari aparat maka Kapolda Sulawesi Tenggara harus bertanggung jawab," jelasnya.

Dirinya juga menghimbau agar mahasiswa tidak melakukan tindakan anarki saat melakukan demontrasi.

"Sebab, jika semua terpancing emosi keadaan pasti tidak terkontrol lagi. Itu bisa menjadi penyebab terjadinya benturan. Dan hal itu akan digunakan penumpang gelap untuk membuat ricuh," pungkasnya. (dian/gad)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 5063260474210480342

Terbaru






close





Populer

Comments




item