Pendukung Jokowi Sesalkan Cuitan Masinton Pasaribu


KOORDINATOR nasional Poros Benhil Aznil Tan menyesalkan cuitan anggota DPR dari PDI Perjuangan Masinton Pasaribu yang mengatakan Jokowi dikelilingi oleh relawan amatiran.

"Masinton tidak tahu kronologis kejadian sebenarnya," kata Aznil dalam siaran pers yang diterima PenaOne.com Senin (30/9/2019) malam.

Diketahui, Poros Benhil merupakan kumpulan puluhan organ pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Menurut Aznil, pertemuan 31 orang Aktivis 98 dan Relawan Jokowi pada hari Jumat , tanggal 27 September 2019 kemarin di istana negara merupakan pertemuan dalam memberikan masukan kepada presiden Jokowi menyikapi situasi nasional yang eskalasinya memanas  jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih yang dijadwalkan pada tanggal 20 Oktober 2019.

"Salah satu pembicaraan yang muncul pada saat pertemuan tersebut adalah kami meminta Presiden Jokowi untuk mengusulkan permohonan kepada MPR/DPR memajukan pelantikan presiden pada hari Sabtu, tanggal 19 Oktober 2019," terangnya.

Usulan ini muncul, lanjut Aznil, karena mengingat, bahwa pada tanggal 20 Oktober 2019 adalah hari Minggu yang merupakan kalender merah atau hari libur.

"Kami berpikiran, hari Sabtu (19 Oktober 2019) hari yang pas untuk melantik presiden dan wakil presiden yang baru. Jika dimundurkan 1 hari, Senin (21 Oktober 2019) maka terjadi kekosongan negara. Itu sangat berbahaya buat negara," ujar dia.

Aznil yang mengaku ikut pertemuan dengan Presiden di Istana itu menambahkan, Presiden Jokowi menanggapi usulan kami tersebut akan melakukan pengkajian ke para ahli tata negara lebih lanjut. Apakah usulan memajukan sehari pelantikan tersebut sesuai dengan aturan ketatanegaraan dan perundang-undangan Indonesia?.

"Perlu disadari bersama, bahwa pelantikan presiden pada hari Minggu, baru pertama kali terjadi dalam sejarah Indonesia yang 74 tahun sebagai negara merdeka".

"Masinton seharusnya sebagai anggota dewan menampung aspirasi masyarakat. Bukan dengan emosional dan merendahkan usulan relawan tersebut," tegasnya.

Dikatakan Aznil, dalam era demokrasi merupakan sah-sah saja masyarakat mengusulkan sesuatu hal pemikiran baru. Toh, usulan itu tetap mempertimbangkan aturan ketatanegaraan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Saya secara pribadi malah mengatakan  kelompok Masinton adalah biang terjadi kegaduhan politik akhir-akhir ini menjelang pelantikan. Pion-pion politik ini  mencoba menggolkan beberapa revisi Undang-undang bermasalah untuk menyelamatkan kepentingan para elit politik. Karena ulah mereka tersebut menimbulkan kemarahan mahasiswa dan terjadi kegaduhan sehingga Jokowi terpojok," pungkas Aznil Tan.

Tangkapan layar cuitan Masinton Pasaribu di akun twitter pribadinya.

Sebelumnya, Masinton Pasaribu melalui akun twitter pribadinya menanggapi berita yang menyebutkan Presiden Joko Widodo meminta tanggal pelantikannya dimajukan.

Menurut Masinton, kabar tersebut menunjukkan orang-orang yang turut memiliki andil atas langkah Jokowi adalah amatir.

Masinton menilai, orang-orang itu mengabaikan aturan dalam ketatanegaraan dan perundang-undangan.

"Miris dgn lingkaran Presiden RI yang dikelilingi para amatiran. Aturan dalam ketatanegaraan dan perundang-undangan mereka letakkan di comberan!" cuit @Masinton, Minggu (29/9/2019). (tan/sis)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 8447674700292730164

Terbaru






close





Populer

Comments




item