Tersangka Veronica Koman Jadi Buruan Interpol


PENGACARA Veronica Koman ditetapkan pihak kepolisian sebagai tersangka penyebar cuitan provoaktif di media sosial terkait kerusuhan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, pada 16 Agustus 2019 lalu.

“Sebagai contoh narasinya yang dibunyikan, ‘ada korban pemuda Papua yang terbunuh, yang tertembak’, kemudian ada konten-konten yang bersifat provoaktif. Ya untuk mengajak, merdeka dan lain sebagainya. Itu sudah dilacak dari awal,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (4/9/2019).

Brigjen Dedi mengungkapkan, pihaknya akan meminta bantuan Interpol untuk melacak keberadaan Veronica, karena Veronica saat ini tidak berada di Indonesia.

“Kalau VK (Veronica Koman) kan masih WNI. Karena keberadaannya di luar negeri, maka nanti dari Interpol akan membantu untuk melacak yang bersangkutan sekaligus untuk proses penegakan hukumnya,” terangnya.

Dari hasil penelusuran yang ditemukan pihak kepolisian, ada beberapa konten yang disebar luaskan Venorica dari Jakarta dan juga luar negeri. “Ada beberapa jejak digital yang masih didalami, amsih ada ada yang didalami di Jakarta dan beberapa memang di luar negeri. Itu masih didalami laboratorium foransik digital,” jelas Brigjen Dedi.

Sebelumnya, penyidik Polda Jawa Timur menetapkan Veronica Koman sebagai tersang baru terkait insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Penetapan tersangka tersebut sesuai beberapa bukti, mulai dari rekam jejak digital akun sosial medianya dan laporan dari masyarakat.

Atas perbuatannya tersebut, Veronica dikenakan pasal berlapis, yakni Undang-Undang ITE, Pasal 160 KUHP, Undang-Undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, serta Undan-Undang nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. (pmj/fika)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 7937818505807530666

Terbaru






close





Populer

Comments




item