Air Kotor Terus, Perwakilan 4 RW Perumahan PIK Ngadu ke DPRD


WARGA perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK), Kapuk Muara, Jakarta Utara, mengalami masalah air bersih. Akibatnya, air yang digunakan sehari-har tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi.

Merasa tidak digubris pihak pengembang PT Ayu Sedayu Group, akhirnya beberapa perwakilan RW 05, 06, 07 dan RW 08 Perumahan PIK mengadukan keluhan warga ke Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan.

Keluhan warga PIK diterima langsung Ketua Fraksi DPRD Perjuangan Gembong Warsono. Selain Gembong tampak hadir Anggota DPRD, Dwi Rio Sambodo yang bertindak sebagai moderator, Gilbert Simanjuntak, Imah Mahmuda, Gani Suwondo Lie, Jhonny Simanjuntak dan Yuke Yurike.

Agus Malik Oskar, yang juga anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) RW 07 Kapuk Muara, mengatakan, setiap musim kemarau PIK terkendala dengan air yang tidak layak digunakan.

"Itu sudah kami laporkan kepada pihak Sedayu Group, tapi sayangnya keluhan tidak digubris. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk melaporkan kepada wakil rakyat terhormat (DPRD)," ujar Agus.

Hal senada, warga Kapuk Muara lainnya Steven mengemukakan, perumahan mewah yang ditempati juga terkendala dengan persoalan air. Pasalnya, air di rumahnya tidak beda dengan air payau, berlumut dan keruh.

Persoalan air di Perumahan PIK menurut Steven, sudah pernah dilaporkan ke pihak pengembang. "Sayangnya hanya sekedar laporan tanpa ada jawaban terhadap warga," ujarnya.

Menurutnya, warga ingin ada solusi dengan membuka perusahaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat masuk ke PIK tanpa dihalangi Pengembang. "Kalau bisa perusahaan Pemprov DKI dapat menyuplai air minum bebas kepada warga," tambahnya.

Sementara, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mendukung penuh perjuangan warga akan kebutuhan air bersih. Menurutnya, air adalah kebutuhan hajat orang banyak yang tidak boleh diabaikan.

"Bapak/ibu juga harus kompak, dan kumpulkan dokumen penguat untuk mengajukan permasalan. Kami (DPR) akan mendukung, dan tugas kami melayani masyarakat," ujarnya.

Diakui, Anggota DPRD Imah Mahdia menceritakan salah satu temannya yang tinggal di PIK mengalami penyakit kulit akibat air yang digunakan untuk mandi.

"Kami akan memastikan persoalan yang terjadi, dan mendukung permintaan bapak/ibu atas persoalan air," ujarnya. (lian/vani)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 2582950328333119603

Terbaru






close





Populer

Comments




item