Jangan Cepat Smpulkan Pelaku Penusukan Wiranto Teroris


PENUSUKAN Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, mendapat tanggapan berbagai pihak. Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) meminta persoalan penusukan tersebut perlu dicermati baik dan mendalam.

Ketua Umum PP GMKI Korneles Galanjinjinay mengatakan, bahwa persoalan penusukan Wiranto perlu dicermati dengan baik dan mendalam, ditengah situasi negara dan pemerintahan menghadapi berbagai persoalan bangsa.

"Masalah RUU Kontroversi, UU KPK yang baru, Kerusuhan Wamena dan Nduga di Papua, BPJS, Kebakaran Hutan, maka pemerintah perlu hati-hati dalam merespons masalah-masalah yang terjadi, termasuk berbicara di depan publik, sehingga tidak membuat rakyat marah dan melakukan hal-hal yang membayakan pemerintahan," ujar Korneles, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/10/2019).

GMKI, lanjut Korneles, turut prihatin dengan peyerangan menkopolhukam, karena apapun bentuknya tindakan main hakim sendiri merupakan bagian yang melanggar hukum dan HAM.

"Rakyat harus tenang dan rasional mengamati insiden yang dialami pak Menkopolhukam Wiranto, Rakyat jangan terprovokasi," kata Korneles.

Menurut dia, secepatnya aparat kepolisian mengungkap dan mengumumkan motif dibalik penusukan menkopolhukam Wiranto. Selain itu, kata dia, perlu didalami lebih jauh oleh pihak berwenang, jangan cepat disimpulkan bahwa itu tindakan teroris.

Kepada pelaku penusukan, kata dia, agar dihukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Selain itu, dia menegaskan, Pemerintah harus serius dan hati-hati menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang terjadi, termasuk berbicara didepan publik jangan mengecawakan dan menyalahkan rakyat.

"Jangan sampai ada skenario yang membuat gaduh negara dan pemerintahan, apalagi ada upayah menganggu jalannya pemerintahan menuju pelantikan Presiden 20 oktober,"ujarnya.

Seperti diketahui, penyerangan terhadap Wiranto, Kamis (10/10/2019), di depan Alun-alun Menes, Pandegelang Banten. Pelaku diduga Syahrial Alamsyah (31) alias Abu Rara dan Fitri Andriana binti Sunarto (21).

Dalam penyerangan dan penusukan Menkopolhukam Wiranto, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto mengalami luka pada bagian belakang pinggang.

Selanjutnya, pelaku yang belakangan diketahui bernama Abu Rara bersama dengan pelaku lainnya, Fitri digelandang ke Polres Pandeglang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (lian/fad)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 3730208471495184824

Terbaru






close





Populer

Comments




item