PT Brahma Adhiwidia Minta Gedung Lumina Tower Disegel


KUASA hukum PT Brahma Adhiwidia (BA) Andreas FK meminta pemerintah provinsi DKI Jakarta agar melalukan penyegelan terhadap gedung Lumina Tower, The Kuningan Place, Jakarta Selatan.

Permintaan tersebut disampaikan Andreas FK saat menggelar jumpa pers di HopeClat Resto, Permata Kuningan, Jakarta Selatan Jum'at (18/10/2019).

Andreas FK mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan surat permintaan penyegelan tersebut kepada Pemprov DKI Jakarta tanggal 16 September 2019.

"Surat permintaan dari kami nomor 16/BAW-AFKA/IX/2019 perihal pelaksanan tentang peraturan Gubernur nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung itu sudah kita sampaikan dan diterima tanggal 18 September 2019. Kita tinggal menunggu eksekusinya saja," kata Andreas.

Andreas menceritakan kasus dugaan penipuan yang dialami kliennya PT BA tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak sejak tahun 2011 lalu. Kliennya, menurut Andreas, diduga ditipu oleh PT. Kemuliaan Megah Perkasa (PT. KMP), pimpinan Yusuf Valent yang menjual unit ruang kantor yang ternyata adalah auditorium, di lantai 7 dan 8 Lumina Tower, The Kuningan Place.

"Meskipun klien kami hanya punya hak di lantai 7 dan 8 namun kita minta gedung Luminra Tower seluruhnya disegel," terang Andreas.

Lebih lanjut Andreas menjelaskan alasan permintaan penyegelan gedung Lumina Tower tersebut. Dia mengaggap jika gedung Lumina Tower tersebut sedang menjadi obyek sengketa sehingga harus untuk dilakukan penyegalan.

"Kami juga mendapat informasi jika gedung iti belum lengkap ijinnya. Sehingga gedung itu harus disegel ataupun dibongkar. Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 128 tahun 2012 Tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung," tuturnya.

Dijelaskan Andreas, atas dugaan penipuan tersebut kliennya mengalami kerugian hingga Rp100 miliar.

"Itu baru klien kami saja. Bayangkan saja berapa banyak yang menghuni gedung Lumina Tower," pungkas Andreas. (tan/siska)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 7219230913856547808

Terbaru






close





Populer

Comments




item