KIB: Penolakan Terhadap Ahok Berlebihan


PENOLAKAN yang dilakukan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dikabarkan menjadi petinggi BUMN terlalu berlebihan. Demikian disampaikan Ketua umum Kebangkitan Indonesia Baru Reinhard Parapat.

Menurut Taki sapaan akrabnya, penolakan FSPPB tersebut merupakan reaksi berlebihan yang tidak berdasar. FSPPB seolah panik, jika Ahok masuk Pertamina akan menjadi batu sandungan bagi mereka yang selama ini telah mengeruk keuntungan dari perusahaan plat merah itu.

FSPPB itu harusnya mengurusi hak-hak para pekerja,  jangan lari dari UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, ujar Taki.

"FSPPB harusnya fokus isu kesejahteraan buruh, jangan keluar dari peraturan ketenagakerjaan, itu bias kepentingan namanya!"

Bagi segelintir buruh yang menolak yang bukan ranahnya, harusnya direksi Pertamina  memberikan surat peringatan pertama, kedua dengan tegas, bila tidak diindahkan, berhentikan saja bagi buruh Pertamina yang menolak alasan pengangkatan Ahok yang bukan ranah isu serikat pekerja tersebut.

"Kita ketahui bersama, Ahok adalah orang yang berani dan tidak pandang bulu membertas korupsi. Saya yakin, jika Ahok benar-benar ditempatkan di Pertamina akan membuat banyak pihak kalang kabut," kata Taki kepada wartawan Minggu (17/11/2019).

Dikatakan Taki, permainan "kotor" yang selama ini kerap terjadi di Pertamina pasti akan digilas oleh Ahok. Dia sangat cocok melakukan pembenahan diberbagai sektor Pertamina. Saya kira, dari pada Ahok di PT PLN,  dia lebih tepat ditempatkan sebagai Dirut di PT Pertamina," ujarnya.

Masih menurut Taki, pembenahan Pertamina harus dilakukan dari hulu hingga hilir. Sebab, 'kotoran' yang ada di Pertamina ini sudah terjadi berpuluh-puluh tahun.

"Sehingga dibutuhkan orang pemberani seperti Ahok untuk memberantas mafia nigas," pungkas Taki. (kas/tan)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 2741694150141069975

Terbaru






close





Populer

Comments




item