Pasca Gempa 7,1 SR, Pengungsi di Palu Doakan Keselamatan Warga Manado


MUSIBAH gempa bumi 7,1 Skala Richter di Kota Manado, pada Jumat (15/11/2019). Gempa ini membuat kepanikan warga dua provinsi yakni Maluku Utara dan Kota Manado, Sulawesi Utara. Gempa yang berpusat di 135 kilometer barat Laut Jailolo, Maluku Utara dengan kedalaman 10 kilometer.

Mendengar informasi itu, sejumlah pengungsi di Kota Palu, Sulawesi Tengah ikut mendoakan keselamatan para warga yang lagi menghadapi bencana tersebut.

Ihzam pengungsi di Kelurahan Talise, Kota Palu mengaku turut prihatin terhadap bencana yang dialami oleh warga Kota Manado dan Maluku Utara. Ia bersama warga lainnya kemudian bersama sama mendoakan para warga agar diselamatkan dari musibah tersebut.

"Kami ikut merasakan duka yang dialami oleh saudara kami di Manado, dan kami terus mendoakan agar mereka selamat, " kata Ihzam yang rumahnya hancur di hantam Tsunami pada 28 September 2018 silam.

Selain Ihzam, Nurhayati korban bencana Likuifaksi Kelurahan Petobo , Kota Palu juga berharap agar warga Manado dan Maluku Utara bisa tabah. Ia juga mengaku merasakan ketakutan akibat bencana gempa yang dialami tersebut.

"Saya kehilangan anak dan suami, dan informasi bencana di Manado itu membuat hati saya bergetar, semoga kasian mereka selamat, "ujarnya.

Musibah gempa bumi menurutnya harus dihadapi dengan sabar dan banyak berdoa. Ia pun ikut mengingatkan agar warga Manado untuk menghindari bangunan dan bermukim ditempat aman.

"Kalau bisa mereka tidak usah dulu tinggal dirumah, karena takutnya ada gempa susulan, kami disini ikut prihatin dan terus mendoakan, " kata Nur panggilan akrabnya saat ditemui di pengungsian hunian sementara, Kelurahan Petobo, Jumat siang (15/11/2019).

Diketahui, musibah gempa bumi yang berpusat pada 1.63 lintang Utara dan 126.4 barat Tenggara, Laut Jailolo , Mauluku Utara ini membuat warga Manado berhamburan keluar. Di pesisir Pantai Bolang Mangandow Timur misalnya, para warga panik dan langusng kumpul di titik pengungsian yang didataran tinggi. Salah satunya adalah halaman kantor Bupati setempat.

Saat gempa bumi terjadi, BMKG mengeluarkan ancaman tsunami di beberapa wilayah yakni Halmahera, Kota Ternate, Serta Bitung berstatus Waspada. Namun peringatan ini berakhir selang dua jam saat kejadian. (Gultom/had)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 133496489969942839

Terbaru






close





Populer

Comments




item