2 Advokat Muda Tanggapi Rekannya Bakal Gugat P3HI


DIKETAHUI, Salam SH merupakan salah satu Tenaga Ahli DPR RI Komisi III Fraksi Partai Golkar asal Kalimantan Selatan yang juga salah satu dari Anggota Advokat P3HI kepanjangan Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia hari ini Senin (2/12).

Nampak diraut wajahnya dengan sikap santai menanggapi atas adanya wacana Puluhan Advokat yang berencana menggugat organisasi tempatnya bernaung.

Bagi Salam sebutan akrabnya mengatakan, pemberitaan yang dianggap tidak henti-hentinya menyudutkan Organisasi P3HI, di duga kuat adanya Unsur kepentingan dengan dibalut rasa iri dengki hati dengan kedzaliman atau juga rasa cemas dimana semakin berkembang besarnya Organisasi Advokat P3HI bak bunga yang baru tumbuh kemudian mekar dan merekah nya di Banua Kita Kalimantan Selatan, tutur salam.

Selanjutnya, Salam menegaskan P3HI saat ini di minati dan di senangi para aktivis dan praktisi hukum bahkan yang baru lulus Sarjana Hukumpun bersedia bergabung dengan Istiqomah melangkah bergabung ke Organisasi Advokat P3HI dengan niat yang bertujuan menjadi Penegak Hukum (Offium Nobile) Profesional dikarenakan Organisasi Advokat ini dapat mengayumi mereka dengan biaya murah dan penuh keterbukaan dan sesuai dengan kaidah marwah UU Advokat.

“Bergabung di P3HI merupakan sebuah apresiasi bagi saya, dimana tantangan tantangan sudah bermunculan diketika baru bergabung sudah banyak yang ingin menjatuhkan, sudah ada yang iri hati, dengki, hasut menghasut terjadi berupaya menghambat pertumbuhan P3HI, sehingga dengan adanya hal demikian tentunya sangat tepat untuk penyemangat mengasah keilmuan saya, atas puluhan Advokat rencana mau Gugat P3HI saya cukup jawab “Tambahe Lage," tukas salam sambil tertawa kepada wartawan.

Menurut Salam sikap puluhan para Advokat yang jelas-jelas memiliki sikap dan sifat dzalim ini, konon katanya mewakili Organisasi Advokat untuk melakukan gugatan adalah bentuk kekhawatiran mereka dimana nama P3HI sudah semakin menggema kebeberapa Provinsi hingga Kabupaten dan desa desa dipelosok nusantara.

Salam SH juga menegaskan, mereka yang bikin berisik berani koar-koar saja dimedia nanti capek sendiri, kan sudah di bilang rekan-rekan saya kalau mau di hormati kami yang lebih muda Gugat saja sesuai Koridor Hukum.

"Seharusnya pengacara senior itu memberi motivasi kepada kami yang lebih muda, dan mereka harusnya bangga ada Organisasi Advokat lahir dan tumbuh di Banua Borneo, lah ini koar-koar tak beretika diduga bak seorang yang sudah pikun hingga melupakan bahwa diakhirat nanti ada sebuah hari pembalasan yang akan menanti, dan mereka di tinggiin saja seperti kebanyakan Bacot apa tidak ada lagi mereka pegang Perkara sehingga urusin urusan rumah tangga kami," tegasnya

Selain Salam hal tersebut juga di sikapi anggota P3HI lainnya, Ishak Djaja, SH dalam Keterangannya melalui pesan Whatsapp kepada penulis memberikan komentar, sebenarnya apabila rekan-rekan dari Organisasi Advokat lain yang ingin mendapatkan simpati dari masyarakat dirasa dengan tidak perlu harus melalui jalan pintas dengan menggaduhi atau mencampuri Organisasi kami.

"Kami menyarankan agar sebaiknya teman- teman dari Organisasi Advokat yang katanya senior lebih banyak makan garam akan menggugat dengan mengatasnamakan dewan Kode Etik. Sebaiknya cukup melalukan langkah pendampingan hukum secara probono kepada masyarakat dengan tidak mendompleng nama melalui koar koar di media, maka secara otomatis simpati masyarakat akan kembali didapatkan dengan reputasi yang mereka miliki dan mereka mulai sebelumnya," tutur Ishak.

Advokat muda asal Kalimantan Timur ini menegaskan, sebagai advokat muda yang lahir dari OA P3HI, saya sangat merasa bangga sekaligus bersyukur bahwa acara pelantikan kemaren (1 Desember 2019) bisa tetap berjalan dengan sukses justru disaat kondisi serangan gugatan bertubi-tubi dibalut dengan fitnah bersenjatakan iri dengki kepada P3HI bermunculan dari yang mengastamakan Organisasi Advokat lainnya.

Secara psikology, tentu kesuksesan acara pelantikan tadi malam adalah tamparan keras sekaligus menjadi peringatan bagi para OA yang menggugat kita bahwa sedikitpun langkah gugatan mereka tidak memberikan dampak apapun bagi P3HI, kita semua benar-benar membuktikan kepada mereka bahwa filosopy seperti dikatakan Ketua Umum kami (P3HI).

“Anjing Menggonggong, Kafilah Tetap Berlalu, biarlah Tuhan yang akan membalaskannya” adalah prinsip yang teguh kita pegang, manakala niat dan langkah kita adalah sebuah kebenaran".

Rasa kesakitan pada teman-teman OA para penggugat tersebut justru semakin besar dan dalam, manakala perwakilan dari Pengadilan Tinggi Kalsel justru ikut duduk dan menghadiri acara sakral internal OA kita tadi malam, Tentu momentum tersebut menjadi sinyal keras kepada mereka, bahwa Pengadilan Tinggi Kalsel akan tetap konsisten pada prinsip kerja mereka yg prosedural tanpa harus bisa mendapat tekanan dari pihak manapun, mereka Gugat “Tambahe Lage”, terang Ishak. (asp/guh)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 1045753965700722161

Terbaru






close





Populer

Comments




item