Meski Kesulitan, Polres Sleman Optimis Bisa Ungkap Kasus Bom Molotov


KAPOLRES Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) AKBP Rizki Ferdiansyah, mengaku kesulitan dalam mengungkap kasus pelemparan bom molotov di Dusun Pasikan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman pada 11 Desember 2019 lalu.

"Karena minimnya alat bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) seperti CCTV dan saksi. Kan kejadiannya waktu itu dinihari," kata Rizki Ferdiansyah di Mapolres Sleman Jalan Magelang, Kamis (26/12/2019).

Baca Juga: Pemohon SKCK di Sleman Meningkat Hingga 70 Persen

Namun begitu, lanjut Kapolres, jajarannya akan berupaya semaksimal mungkin dalam mengungkap kasus itu. Bahkan, dirinya optimistis pada tahun 2020 nanti kasus itu bisa terungkap.

"Adapun kendala untuk mengungkap kasus molotov ini adalah minim petunjuk. Namun, kita harus tetap optimis kasus itu bisa diungkap tahun 2020 nanti," ungkapnya.

Sejauh ini, dikatakan Kapolres, pihaknya sudah memeriksa 6 orang saksi berkaitan kasus tersebut.

Baca Juga: Pelaku Pelempar Bom Molotov di Sleman Diburu Polisi

"Kita sudah periksa 6 saksi kemungkinan bisa bertambah. Namun tidak semua tetangga bersedia memberi keterangan karena takut. Selain itu ada juga saksi dengan alasan yang tidak diketahui, keberatan dimintai keterangan," ungkapnya.

Diketahui, pelemparan bom molotov terjadi dirumah Sunarto (51) dan Ngadilah (52), di Dusun Pasekan Kidul, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DIY Rabu 11 Desember 2019 dini hari.

Aksi pelemparan bom molotov itu diduga dilakukan dua orang misterius yang berboncengan sepeda motor. Beruntung, dalam aksi tersebut tidak menelan korban jiwa. (kys/tan)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 3075268556374535536

Terbaru






close





Populer

Comments

item