Polres Sleman Bekuk 8 Orang Pengedar Pil Gedek


DELAPAN orang ini kini harus mendekam di balik jeruji besi Polres Sleman, DI Yogyakarta lantaran menjadi tersangka Undang-undang (UU) Psikotropika dan UU Kesehatan. Kedelapan orang tersebut berinisial RS (25), RIS (22), NR (24) dan IC (25), MI (19), AJ (26) dan RD (25) dan AY.

Semuanya kini dijerat dengan UU Kesehatan No.36/2009 pasal 196 dan 197 serta dengan UU Psikotropika UU No 5/1997 pasal 62 dan 60 ayat 5 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga: Polres Sleman Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi Tahun 2019 

Pengungkapan kasus ini berawal saat polisi membekuk pelaku RS (25) warga Imogiri Bantul di wilayah Kotagede, Yogyakarta pada 6 Januari lalu.

Dari tangan RS polisi mengamankan tiga jenis psikotropika yakni trihexyphenidyl, alprazolam dan camlet. Penyelidikan kemudian dikembangkan dan menangkap tujuh tersangka lainnya yakni RIS (22), NR (24) dan IC (25) di Sanden Bantul, kemudian MI (19), AJ (26) dan RD (25) ditangkap di Triharjo, Sleman dan terakhir AY (18) diamankan di Dukuh Sleman.

"Pergerakan para pengedar ini sudah kita pantau sekitar satu bulan," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Sleman, AKP Andhyka Doni Hendrawan saat konferensi pers Rabu 22 Januari 2020.

Baca Juga: Polres Sleman Himbau Masyarakat Tak Percaya Isu Hoax

Andhyka menjelaskan, dari tangan delapan orang tersangka ini petugas berhasil mengamankan 6.850 trihexyphenidyl, 157 camlet dan 42 butir alprazolam.

"Sehingga total yang kami amankan 7.059 butir".

Ditempat yang sama pelaku berinisial RS mengaku mendapatkan pil koplo tersebut secara online dan dijualnya kepada rekan-rekannya.

Baca Juga: Polres Sleman Bekuk 2 Garong Sepeda Motor

"Saya jual Rp 30 ribu isi 10 butir," ucap RS lirih. (tan/fad)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 7215092018397570771

Terbaru






close





Populer

Comments

item