Diam Ditindas atau Bangkit Melawan!


SAAT ini, 26 warga adat negeri Sabuai Seram Bagian Timur sudah dilepas setelah diperiksa sebagai saksi oleh Kepolisian Sektor Polsek Werinama.

Ironisnya, dua dari 26 warga adat tersebut beralih status menjadi tersangka.

Tidak adil menjadikan dua warga adat tersebut menjadi tersangka  Pasal 170 Ayat (2) Ke-1 KUHPidana Dan Atau Pasal 406 Ayat (1) KUHPidana. Tanpa, menggali akar masalah yang sesungguhnya. Karena, semua ini adalah sebab akibat.

Kalaupun benar dua warga adat negeri Sabuai disangka melakukan tindak pidana kekerasan terhadap barang dan atau pengrusakan tersebut tanpa sebab yang jelas tidaklah mungkin. Dan, sebabnya apa kita semua sudah mengetahui.

Tidak mungkin, tiba-tiba alat berat milik orang lain dirusak begitu saja tanpa alasan. Dan, itu akar masalahnya yang harus digali.

Seperti kita ketahui bersama, Warga adat negeri Sabuai hanya berusaha melindungi tanah adat 'leluhur' yang merupakan hak ulayat mereka dari pembalakan liar di pertuanan adat negeri Sabuai.

Sebenarnya, ini sama saja seperti warga adat negeri Sabuai hidup kembali di jaman penjajahan. Dan, kita wajib membantu warga adat negeri Sabuai melawan penjajah. Karena, saat ini warga adat negeri Sabuai diperhadapkan dengan pilihan diam ditindas atau bangkit melawan penjajah.

Penulis adalah Arnold Thenu Ketua Umum Forum Masyarakat Maluku (FORMAMA)

(kin/fat)
Reaksi: 

Berita Terkait

pilihan 4607486756778230537

Terbaru






close





Populer

Comments




item