DPRD Sleman akan Panggil Pemkab Terkait Kasus Endi Yogananta


DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten, DI Yogyakarta akan memanggil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat guna mengetahui duduk permasalahan dan penanganan yang menimpa Endi Yogananta beserta istrinya Israni Silvia Sujarmanto karena menjadi korban pohon tumbang di Jalan Wates, Pelemgurih, Kecamatan Gamping 5 Februari lalu.

Baca Juga: Ini Kata Pemkab Sleman Soal Kasus Endi yang Tertimpa Pohon

Akibat peristiwa itu, Israni Silvia Sujarmanto kini harus menjalani perwawatan di RS Jogja International Hospital atau JIH setelah sebelumnya dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta karena mengalami patah dibagian tulang pinggul, tulang kemaluan dan tulang duduk.

"Pasti, saya agendakan pemanggilan itu," kata Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta saat dihubungi PenaOne.com Selasa 18 Februrai 2020 malam.

Haris mengatakan, Pemda Sleman seharusnya memberikan solusi terbaik kepada keluarga Endi Yogatama dan istrinya. Pemda, lanjut dia, dalam hal ini, Dnas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus saling berkoordanasi mencari jalan keluar meskipun yang bersangkutan bukan warga Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Miris, Korban Pohon Tumbang di Gamping Masih Ngutang di RS PKU Rp 20,8 Juta

"Dinkes dan Dinsos, BPBD harus berkoordinasi mencari jalan keluarnya," tegas politisi PDI Perjuangan ini.

Sebelumnya, Kabag Humas Pemkab Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengaku sudah menemui keluarga Endi Yogananta dan istrinya Israni Silvia Sujarmanto di ruang Bougenville 22A03 RS JIH.

Pemkab Sleman juga meluruskan jika pihaknya dianggap tidak memberikan perhatian terhadap keluarga Edi Yogatama.

Meski Endi bukan ber KTP Sleman namun beberapa instansi sudah membahas dan kemungkinan memberikan bantuan korban bencana sebesar Rp 18 juta. Dengan perincian, Rp 8juta untuk pasien rawat dan Rp 10 juta untuk korban meninggal.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa 6 Orang di Gamping

"Bantuan tersebut legal secara aturan diberikan kepada siapa saja yang terkena musibah bencana alam," tegas Shavitri.

Diketahui, Endi Yogananta (26) bersama istrinya Israni Silvia Sujarmanto (25) merupakan salah satu korban pohon tumbang dilampu merah Jalan Wates Km 4, Pelemgurih, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu 5 Februri 2020 lalu. Keduanya, saat itu langsung dilarikan ke PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan.

Menurut Endi, akibat tertimpa pohon itu istrinya mengalami luka patah dibagian tulang pinggul, tulang kemaluan dan tulang duduk sehingga harus dilakukan tindakan operasi.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Jalan Magelang

Lantaran tidak ada peralatan di RS PKU Muhammadiyah Endi terpaksa harus memindahkan istrinya ke RS JIH sejak Jumat 14 Februari lalu.

Endi mengaku, saat meninggalkan RS PKU Muhammadiyah dirinya masih menaggung hutang di RS tersebut sebesar Rp 20,8 juta.

"Karena RS PKU Muhammadiyah tidak mempunyai fasilitas untuk operasi makanya kami diberikan rujukan ke RS JIH pada tanggal 14 Februri lalu," ujar Endi.
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 8125222900987796000

Terbaru






close





Populer

Comments

item