Kapolsek Sleman Himbau Warga Tak Sebarkan Hoax


MASYARAKAT di wilayah Kecamatan Sleman, DI Yogyakarta dihimbau agar tidak ikut-ikut menyebarkan berita yang tentu kebenarannya. Hal itu bisa menimbulkan kepanikan dan ketakutan diantara warga. Disamping itu, penyebaran informasi hoax atau bohong juga melanggar Undang-undang.

Hal ditegaskan Kapolsek Sleman Kompol Sudarno menyikapi maraknya informasi adanya korban kekerasan dijalan atau yang sering disebut klitih.

"Saya menghimbau agar masyarakat tidak ikut-ikutan meneruskan informasi yang belum tentu benar. Lebih baik saring dulu sebelum meneruskan informasi itu kepada orang lain," kata Kapolsek Selasa 4 Februari 2020.

Baca Juga: Curi Handphone, Warga Murangan VII Dicokok Polisi

Dia menambahkan, masyarakat yang dengan sengaja membuat dan ikut menyebarkan informasi bohong bisa terkena ancaman hukuman penjara.

"Hal itu sudah diatur dalam UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun penjara," ujar Kapolsek.


Sudarno menambahkan, sejak 10 Januari lalu pihaknya sudah memasang spanduk 10 buah diberbagai lokasi guna memberantas adanya tindak kejahatan dijalan.

"Petugas tidak segan-segan pada pelaku klitih. Saya akan basmi itu," ungkapnya.

Baca Juga: Polsek Sleman Ringkus Pelaku Penganiayaan

Dirinya menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawarir namun tetap meningkatkan kewaspdaan.  Dia berharap, masyarakat tidak segan-segan melapor kepada petugas jika melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan.

"Polsek Sleman siaga 24 jam. Jadi, kami akan melidungi dan mengayomi masyarakat. Patroli akan terus kami tingkatkan," pungkas Kapolsek. (nia/tan)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 4729054406612479899

Terbaru






close





Populer

Comments




item