Ketua DPRD Minta Pemda Sleman Terbitkan Aturan Anti Klitih


MARAKNYA kejahatan jalanan yang dilakukan remaja tanggung atau lebih dikenal dengan nama klitih membuat  Ketua DPRD Kabupaten Sleman, Yogyakarta Haris Sugiharta gerah. Tak tanggung-tanggung dia menantang Pemerintah daerah atau Pemda membuat aturan dalam rangka mencegah dan menanggulangi terjadinya klitih.

Baca Juga: Cegah Klitih, Polres Sleman Razia Barang Bawaan Siswa Pelajar 

"Klitih ini sudah sangat meresahkan, kami mendorong agar Pemda segera membuat peraturan dalam rangka mencegah dan menanggulangi terjadinya klitih," kata Haris saat dikontak PenaOne.com Minggu 16 Januari 2020.

Dia menyadari, peran orang tua dan sekolah sangat besar terhadap pelaku klitih yang didominasi masih berstatus pelajar.

Baca Juga: Tempat Nongkrong jadi Sasaran Patroli Polres Sleman

"Dewan menghimbau kepada orang tua dan sekolah untuk memberikan pengertian tentang klitih dan apa dampaknya. Kita juga meminta agar orang tua tidak memberikan izin kepada putra putrinya keluar diatas jam 21.00 tanpa didampingi," ujar Haris.

Politisi PDI Perjuangan ini meminta, semua pihak termasuk sekolah lebih intensif memberikan sosialisasi dan pembinaan terhadap para siswanya.

"Sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap siswa selama jam sekolah," kata Haris.

Baca Juga: 2014-2019 DRPD Sleman Sahkan 65 Perda

Haris berharap, semua pihak terkait khususnya Sat pol PP lebih meningkatkan operasi minuman berahkohol yang tidak berijin. Karena, menurut dia, tindak kejahatan jalanan dilakukan para pelaku setelah menenggak minuman keras.

"Jadi saling berkaitan, antara kepolisian, Satpol PP, Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga serta Kesbangpol selalu berkoordinasi melakukan pembinaan di sekolah-sekolah," pungkas Haris Sugiharta. (tan/fia)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 1669607709098107596

Terbaru






close





Populer

Comments




item