Miris, Korban Pohon Tumbang di Gamping Masih Ngutang di RS PKU Rp 20,8 Juta



MASIH ingat kita dengan peristiwa pohon tumbang dilampu merah Jalan Wates Km 4, Pelemgurih, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta Rabu 5 Februri 2020 lalu. Salah korbannya adalah pasangan suami istri Endi Yogananta (26) bersama istrinya Israni Silvia Sujarmanto (25) yang tengah hamil tua saat itu.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa 6 Orang di Gamping

Mereka, harus rela kehilangan anak pertamanya yang diberi nama Pradipta Kenzo Yoshvia lantaran meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sesat setelah peristiwa itu.

Menurut Endi, akibat tertimpa pohon itu istrinya mengalami luka patah dibagian tulang pinggul, tulang kemaluan dan tulang duduk sehingga harus dilakukan tindakan operasi.

Lantaran tidak ada peralatan di RS PKU Muhammadiyah Endi terpaksa harus memindahkan istrinya ke RS Jogja International Hospital atau JIH sejak Jumat 14 Februari lalu.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Jalan Magelang

Endi mengaku, saat meninggalkan RS PKU Muhammadiyah dirinya masih menaggung hutang di RS tersebut sebesar Rp 20,8 juta.

"Karena RS PKU Muhammadiyah tidak mempunyai fasilitas untuk operasi istri makanya kami diberikan rujukan ke RS JIH pada tanggal 14 Februri lalu," kata Endi saat dihubungi PenaOne.com Selasa 18 Februari 2020.

Kendaraan yang dikendarai Endi dan istrinya saat tertimpa pohon.
Menurut Endi, selama menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta istrinya banyak mendapatkan simpati dari masyarakat. Termasuk, Wakil Bupati Sleman Sri Musliatun, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial yang datang menjenguk pada tanggal 7 Februari lalu.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Warung di Jalan Pangukan

"Ibu Wakil Bupati saat itu datang dan memberikan bantuan namun atas nama pribadi," kata Endi.

Endi menegaskan, sisa pembayaran Rp 20,8 juta di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tersebut merupakan biaya istrinya sejak dirawat dari tanggal 5 hingga 14 Februari. Bahkan, Endi mengaku masih meninggalkan SIM C miliknya di RS tersebut.

"Saat keluar dari RS PKU Muhammadiyah saya masih punya hutang Rp 20,8 juta karena tidak punya uang. Bahkan, SIM C saya masih tinggal disana," ungkap Endi.

Endi menceritakan, semenjak dirawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Pemda Sleman melalui Dinas terkait sudah datang menemuinya untuk meminta salinan foto kopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

Baca Juga: Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Tanah Longsor di Sleman

"Namun mereka mengatakan kami tidak bisa mendapatkan bantuan dengan alasan saya bukan warga Kabupaten Sleman," ujar Endi.

Lebih lanjut Endi menungkapkan, saat ini istrinya masih dirawat di ruang Bougenville 22A03 RS JIH Yogyakarta dan akan menjalani berbagai tindakan operasi yang biayanya mencapai puluhan juta rupiah.

"Saya sempat tanya biaya operasinya mencapai puluhan juta. Saya bingung uang dari mana ini," ucap Endi.

Pemakaman anak Endi Yogatama
Dia menuturkan, belum lama ini perwakilan Pemda Sleman melaui Dinas terkait juga sudah datang menemuinya di RS JIH untuk meminta foto kopi KTP dan KK.

"Mereka juga meberitatahukan jika saya akan mendapatkan santunan sebesar Rp 18 juta. Dengan rincian Rp10 juta untuk anak saya yang meninggal dunia dan Rp 8 juta untuk perawatan istri saya," jelas Endi sembari menyebut masih berpikir atas tawaran itu.

Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah 5 Kecamatan di Sleman

Endi berharap, Pemda Sleman bisa bertanggung jawab atas biaya perawatan istrinya. Karena, masih menurut Endi, peristiwa pohon tumbang di Gamping itu adalah kelalaian karena tidak ada angin kencang dan hujan.

"Itu bukan bencana alam. Saya meminta Pemda Sleman bertanggung jawab atas biaya perawatan, recoveri hingga pemulihan psikis istri saya," pungkas Endi Yogananta. (tan/fita)
Reaksi: 

Berita Terkait

PERISTIWA 1362731169879212930

Terbaru






close





Populer

Comments




item