9 Wanita Korban Perdagangan Manusia Diselamatkan


SEBANYAK 9 orang wanita korban perdagangan manusia yang masih berusia 19 hingga 48 tahun berhasil diselamatkan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri. Hal itu terbongkar saat Polda Kepri menggelar jumpa pers Jumat (6/3/20).

Terbongkarnya kasus itu bermula, pada hari Sabtu tanggal 29 Februari 2020 sekira pukul 12.00 WIB saat personel Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari Subdit 3 Bareskrim bahwa ada beberapa orang perempuan yang sedang ditampung selama beberapa hari di daerah Batam Center kota Batam untuk dipekerjakan ke negara Malaysia secara illegal.

"Dimana salah satu korban tidak jadi berangkat ke Malaysia dan ingin kembali pulang kedaerah asal," kata Kombes Pol Harry Goldenhardt Kabidhumas Polda Kepri.

Menururtnya, tetapi oleh pengurus disampaikan apabila korban ingin kembali kedaerah asal maka harus membayar uang sebesar Rp 10 juta. Karena korban tidak memiliki uang sehingga dia melaporkan kejadian tersebut kepada suaminya yang akhirnya melapor kepada pihak kepolisian.

"Setelah memperoleh informasi tersebut, pada pukul 14.30 wib, Kasubdit IV  Subdit Ditreskrimum Polda Kepri memimpim penyelidikan dan berhasil menyelamatkan 9 orang perempuan korban tindak pidana perdagangan orang yang berada di penampungan di ruko Pesona Niaga Blok C nomor 9 Kota Batam," jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, korban dan saksi berikut barang buktinya diamankan dan dibawa ke kantor Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas kasus itu, petugas kemudian melakukan pengembangan dengan  bekerja sama dengan imigrasi Batam dan berhasil menangkap tersangka saat akan pergi ke Singapura pada pukul 18.30 WIB.

"Saat ini tersangka sudah diamankan di polda kepri untuk proses penyidikan lebih lanjut," ungkap Harry Goldenhardt.

Dari pemeriksaan kepada tersangka didapati jika pelaku melakukan dugaan  perdagangan orang dengan cara melakukan upaya eksploitasi untuk tujuan memperoleh keuntungan dan mendapatkan bayaran.

"Tersangka berinisial RT berperan sebagai pengurus atau penghubung agen di Malaysia," tegasnya.

Dari tangan pelaku petugas mendapati barang bukti berupa 1 buku catatan warna kuning, 1 lembar kertas print out tiket pesawat Lion Air dan 6 lembar boarding pass pesawat Lion Air.

"Tersangka kini dijerat dengan pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau pasal 81 Nomor 18 Tahun 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkas Harry Goldenhardt. (aulia/jian)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 2523779525910138250

Terbaru






close





Populer

Comments

item