Ini Kata Pemda Sleman Soal Maraknya Baliho Calon Kades yang Sudah Bertebaran


TAHAPAN kampanye bagi calon Kepala desa (Kades) di Kabupaten Sleman baru akan dimulai tanggal 23 hingga 25 Maret mendatang. Namun, calon Kades mulai "mencuri star" dengan cara memasaang alat peraga kampanye (APK) seperti baliho maupun spanduk untuk menarik perhatian masyarakat.

Apa tanggapan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta sebagai penyelenggara Pilkades terkait maraknya baliho calon Kades yang sudah dipasang dipinggir jalan. Berikut petikan wawacarannya.

Baca Juga: 174 Calon Kades Resmi Bertarung Pilkades Sleman Tahun 2020

"Pada prinsipnya kampanye Pilkades secara resmi dilaksanakan tanggal 23 hingga 25 Maret 2020. Bentuk kampanyenya itu bisa melalui dialogis maupun pemasangan alat peraga kampanye," kata Kepala Dinas PMD Kabupaten Sleman Budiharjo saat dihubungi PenaOne.com Selasa 3 Maret 2020.

Dia mengungkapkan, yang dipasang saat ini merupakan foto diri dan nama bakal calon Kades. Kata dia, Dinas PMD pun belum memberikan sanksi apapun terkait pemasangan spanduk para calon Kades yang sudah dipasang dijalan-jalan tersebut.

"Yang terpasang saat ini adalah kebanyakan foto diri dan nama bakal calon. Dalam hal ini memang kami belum mengaturnya. Sehingga kami blm bisa untuk memberikan sanksi atas hal tersebut," jelas Budiharjo.

Baca Juga: Dinas PMD Sleman Akui Belum Ada Aturan Calon Kades Bisa Didiskualifikasi

Saat ditanya apakah akan ada upaya penertiban atau penurunan APK yang dipasang para calon Kades tersebut. Budibarjo mengungkapkan, hal itu menjadi kewenangan panitia ditingkat desa.

"Kami dari Dinas belum (ada upaya penurunan APK itu). Karena kewenangan ada pada panitia desa," pungkas Budiharjo.

Diketahui, Kabupaten Sleman akan menggelar Pilakdes secara serentak pada Minggu Wage 29 Maret mendatang di 49 desa. Saat ini terdapat 174 orang calon Kades yang sudah mendaftar. (kus/tan)
Reaksi: 

Berita Terkait

daerah 8697955991581232735

Terbaru






close





Populer

Comments




item