Oknum Mahasiswa Sebut Jokowi "Presiden Bodoh dan Dungu"


MAHASISWA Institut Agama Islam Al Qaidah Jakarta, Jurusan Jusnalistika TV,  Herun Tasane yang baru selesai menjalani karantina di Penginapan Silta, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, provinsi Maluku akibat rapid testnya reaktif, menyebarkan kebencian terhadap Presiden RI, Joko Widodo.

Lewat akun facebooknya Arnold Khairun Tasane, mahasiswa asal Desa Waelana, Kecamatan Fenalisela, Kabupaten Buru ini menuliskan kalimat, Kebodohan dan kedunguan yang dipertontonkan Oleh Presiden.

Kemudian dibawahnya, Herun Tasane menuduh Jokowi sebagai Presiden Dungu dengan menuliskan tagar #Tolak_Presiden_Dungu, #Jokowi_buat_Gaduh.

Tidak hanya sampai di situ, di cuitannya yang lain, Herun Tasane menuliskan opininya, bahwa Karantina semacam ideopolstratak yang sudah tersusun Rapi dengan maksud dan tujuan tertentu.

"Dari Zona Merah Ratusan bahkan Ribuan Jiwa yang masuk, namun Hanya segelintir orang yang diincar untuk dijadikan Korban," soalkan dia dengan menuliskan tagar #Pembodohan_Masal. #Perlakuan_Tidak_adil. #pengasingan.

Sampai berita ini naik, Herun Tasane yang dikonfirmasi lewat akun facebooknya, belum membalasnya.

Dari cuitannya yang bernada kebencian terhadap Presiden Jokowi, hanya direspon 11 netizen, tiga memasang emoji ketawa, 8 beri tanda like, termasuk FN pasien 23 Maluku (02 Buru) yang positif Covid 19.

Cuitan bernada kebencian ini hanya direspon dengan kalimat percakapan antara Herun Tasane, FN alias Fandi yang menggunakan akun facebook Alfatih Putra Nacikit dan pasien 17 Maluku positif Covid 19 (01 Buru) yang menggunakan akun facebook Halik Moka.

Ketiganya diketahui teman kenal di Jakarta.

FN yang pertama kali memberi komentar dengan menuliskan kalimat, Menang opini bukti lapangan Gak ada, sambil memasang emoji ketawa. Lalu dibalas Herun dengan balik bertanya, Maksudnya Gmna ketua??.

Herun menyebut FN ketua, karena yang bersangkutan kini menjadi Ketua Forum Mahasiswa Adat (Format) Buru Jakarta.

Kemudian dibalas FN dengan menuliskan kalimat, "Bt (saya) selalu ikuti2 perkembangan terkini cuma bt lia (lihat) presiden cuma menang atas narasinya menang opini tetapi jika kita cek di lapangan apa yg disampaikan oleh presiden itu tidak dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia."

Herun Tasane lalu membalasnya lagi dan mencolek rekannya pasein 17 Maluku, Halik Moka yang sedang jalani isolasi di BLK Kelas II Ambon dengan menuliskan kalimat, "Jokowi ada suruh ketua hidup Damai/Bae2 (baik-baik) dg (dengan) Corona.Colek Halik Moka sambil memasang emoji ketawa derai airmata.

Herun terus berkicau, Jang lawan Covid lai. Damai dg Covid sudah. Dan dibalas oleh Halik Moka, dengan menyindir, Antua (beliau) kira rakyat disinfektan ka apa.Sambil memasang lima emoji ketawa.

Ketuanya lalu berbalas pantun sambil ketawa-ketiwi dan Halik Moka terus menyindir, dengan menyebut, Arnold Khairun Tasane, beliau org (orang) baik nold.yg (yang) ga (tidak) baik itu president. Dan memasang tiga emoji ketawa terbahak-bahak.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid 19 Kabupaten Buru, Nani Rahim dihubungi Senin sore (11/5), menjelaskan kalau Herun telah diperbolehkan pulang setelah selesai menjalani karantina selama 14 hari di Penginapan Silta.

Kendati demikian, di kampungnya nanti ia juga disarankan lanjutkan karantina mandiri sambil menunggu uji PCR keluar.

Sebelum dipulangkan, pada siang tadi Herun bersama FN (Fandi), Gerson Waemese, John Leslesi dan JS (Jakaria) telah diswab tenggorokan terlebih dahulu.

Pengambilan swab berlangsung pukul 13.20 - 13.56 wit. Selanjutnya tim menuju ke RS utk mengambil swab kedua tergadap pasien PDP SA di ruang isolasi.

"Pelaksanaan swab hari ini di penginapan silta. Pasien 02 Kab. Buru dievakuasi ke Silta untuk pengambilan sampel swab bersama 4 org lainnya yg terkonfirmasi reaktif rapid test. Pengambilan sweb khusus untuk FN akan dilakukan lagi esok,karena evaluasi pengobatan," jelas Nani Rahim.

Sedangkan Herun, Gerson dan John, usai diswab langsung dipulangkan dan diantar satgas .Sementara JS terus menjalani karantina di Namlea.

"Mengingat masa karantina mereka sudah lebih dari 2 minggu, kondisi sehat, sudah diberikan pengobatam dan  nutrisi. Jadi dibolehkan karantina mandiri," ujar Nani Rahim.

"Ketiganya diantar sampai ke kampung, diberikan biaya transpor dan paket sembako," sambung Nani Rahim.

Lebih lanjut Nani Rahim menjelaskan, pada Senin ini rapid test juga dilakukan kepada 14 orang yang kontak dengan PDP SA. Hasilnya semua non reaktif (negatif).

"Semua kontak non reaktif akan dilakukan pemeriksaan ulang 7-10 hari kedepan," kata Nani Rahim. (elv/fika)
Reaksi: 

Berita Terkait

news 3612235947637571201

Terbaru






close





Populer

Comments

item